Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Niat Tersangka Jadi Bhayangkari Gadungan Kasus Penipuan Setelah Melihat Foto di Internet
Rabu, 20 Februari 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perempuan berinisial NB (25) yang mengaku istri seorang perwira di BNN Kabupaten Klungkung dan bisa meloloskan orang masuk polisi terbilang professional dalam menipu orang. Dari aksi penipuan itu, tersangka berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah.
[pilihan-redaksi]
Janda beranak satu ini akhirnya ditangkap di tempat pelariannya di Sidoarjo, Jawa Timur, 16 Februari 2019 lalu. Menurut Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan penipuan yang dilakukan tersangka cukup cerdik. Ide ini awalnya muncul setelah tersangka melihat foto-foto istri Bhayangkari di internet. Sehingga timbul niatnya untuk menyamar jadi istri polisi gadungan. Segalanya sudah dipersiapkan tersangka, dari mulai foto mengenakan pakaian Bhayangkari, membuat pas poto yang di dalamnya memuat foto suaminya, surat surat dokumen dan sebagainya.
Janda beranak satu ini akhirnya ditangkap di tempat pelariannya di Sidoarjo, Jawa Timur, 16 Februari 2019 lalu. Menurut Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan penipuan yang dilakukan tersangka cukup cerdik. Ide ini awalnya muncul setelah tersangka melihat foto-foto istri Bhayangkari di internet. Sehingga timbul niatnya untuk menyamar jadi istri polisi gadungan. Segalanya sudah dipersiapkan tersangka, dari mulai foto mengenakan pakaian Bhayangkari, membuat pas poto yang di dalamnya memuat foto suaminya, surat surat dokumen dan sebagainya.
Perempuan yang hanya tamatan SMP ini kemudian mencari sasaranya, yakni I Ketut Widnyantara Udayana (19). Korban adalah pemilik kos di tempat tersangka tinggal yakni di Jalan Tukad Balian Gang Depo nomor 3, Renon, Denpasar Selatan.
“Tersangka sengaja mencari kos di tempat korban agar bisa melancarkan aksi penipuan,” terang Kapolresta didampingi Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya.
Untuk mengaburkan identitasnya, tersangka menggunakan nama palsu yakni Helen Natalia Fransisca asal Lumajang jawa Timur. Setelah mengaku polisi, korban dan orang tuanya percaya dan meminta bantuan tersangka untuk meloloskan anaknya menjadi polisi. Janda beranak satu itu pun kemudian menyanggupinya.
Kepada korban, tersangka mengaku untuk masuk polisi ada paket khusus seharga Rp 150 juta. Karena kepingin anaknya masuk polisi, ibu korban tertarik dan menyerahkan uang tersebut dengan 3 kali pembayaran. Agar dipercaya, tersangka membuat surat pernyataan. Mirisnya, tersangka kembali meminta sejumlah uang yang dikatakan sebagai biaya pendidikan di SPN Singaraja. Lagi-lagi, korban percaya dan menyerahkan uang sebanyak 3 kali, rentang bulan Januari 2018 hingga Februari 2018.
Nah, pada awal Maret 2018, korban mendaftar untuk mengikuti tes masuk Bintara Polri Tahun anggaran 2018. Untuk meyakinkan korban, tersangka meminta korban untuk mengirim foto nomor pendaftaran. Namun nyatanya saat tes psikologi, korban dinyatakan tidak lulus. Tersangka berjanji akan mengurusnya dengan meminta bantuan para juri asalkan ada pembayaran uang.
Selain itu, tersangka juga mengatakan bisa mengganti nilai korban dengan nilai orang lain yang lebih besar, sampai korban dinyatakan lulus. Seakan tak berkutik dengan aksi penipuan itu, korban pun memberikan uang seperti yang diminta oleh tersangka. Sehingga total kerugian korban mencapai Rp 639.000.000.
[pilihan-redaksi2]
“Korban terus menerima memberikan uang kepada tersangka agar bisa lolos jadi polisi. Tapi semuanya hanya tipuan belaka,” ujar Kapolres.
“Korban terus menerima memberikan uang kepada tersangka agar bisa lolos jadi polisi. Tapi semuanya hanya tipuan belaka,” ujar Kapolres.
Merasa ditipu, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Densel. Tim Opsnal Reskrim Polsek Densel dipimpin Kanitreskrim Iptu Hadimastika kemudian menangkap tersangka di rumahnya di Sidoarjo Jawa Timur, 16 Februari 2019 lalu.
Mantan Kapolres Badung ini mengatakan, tidaklah benar untuk masuk polisi membayar sejumlah uang. Menurutnya, masuk menjadi anggota Polisi tidak dipungut biaya apapun, alias gratis. “Jadi kalau ada yang minta uang agar bisa masuk jadi polisi, tidaklah benar. Itu sudah masuk ranah penipuan dan segera laporkan ke polisi,” tegas mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini. (bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1967 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1740 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1729 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1528 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026