Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Sekda Indra Minta Agar Perbedaan Tidak Menjadi Momok Pecah Belah Kebersamaaan
Hadiri Perayaan Imlek
Minggu, 24 Februari 2019,
22:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta agar perbedaan tidak menjadi momok yang memecah belah kebersamaan di Bali, yang harus di lakukan bersama adalah bukan membangun tembok-tembok pemisah, tetapi bersama-sama harus membangun jembatan jembatan penghubung antara perbedaan satu sama yang lain.
[pilihan-redaksi]
Hal ini diungkapkan dalam sambutannya mewakili Gubernur Bali dalam acara perayaan Imlek 2570 di gedung Ksirarnawa, sabtu (23/2). Hal ini diperkuat tidak adanya catatan buruk yang dimiliki Bali dalam hidup berdampingan antar agama, khususnya dalam hal menjaga keharmonisan ditengah perbedaan.
Hal ini diungkapkan dalam sambutannya mewakili Gubernur Bali dalam acara perayaan Imlek 2570 di gedung Ksirarnawa, sabtu (23/2). Hal ini diperkuat tidak adanya catatan buruk yang dimiliki Bali dalam hidup berdampingan antar agama, khususnya dalam hal menjaga keharmonisan ditengah perbedaan.
"Keharmonisan inilah yang perlu dijaga, dan jangan pernah membuat jarak yang semakin jauh di antara kita di Bali, agar keberdampingan ini dapat berjalan dengan baik," imbuh Dewa Indra.
Bahkan keharmonisan yang nyata dapat kita jumpai dalam akulturasi budaya yang semua bisa bersama-sama menyaksikan bagaimana produk budaya dari Tionghoa dan produk budaya dari Bali bisa bersanding bersama. Sehingga tidak ada persaingan satu sama yang lain dan kita tetap saling menghargai satu sama yang merupakan modal yang sangat baik untuk sebuah kehidupan bersama menatap masa depan bersama di Pulau Bali. Selain itu terdapat beberapa tempat pemujaan yang juga berdampingan utuh sampai saat ini.
Sementara itu, Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengatakan dengan mengangkat tema "Membangun Harmoni dan Kebersamaan untuk Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa" tentunya mempunyai makna yang sangat besar dan diharapkan menjadi perekat bangsa yang nantinya dapat mencerdaskan kehidupan bermasyarakat sekaligus meningkatkan karakter sumber daya manusia.
[pilihan-redaksi2]
Merayakan hari Imlek merupakan salah satu ekspresi dari cara untuk saling menghargai dan memaknai perbedaan itu, dan perayaan Imlek ini adalah bagian terpenting dimana bisa menempatkan diri sebagai individu yang sosial dan tidak merasa sebagai orang Bali keturunan A, sebagai orang Bali keturunan C dan lain sebagainya, tetapi kita semua berada di tempat ini untuk merayakan hari Imlek 2570 secara bersama-sama, dalam rangka menumbuhkan perasaan-perasaan optimis bersaudara.
Lebih lanjut dikatakan, untuk menuju perjalanan ke depan bukan tidak mungkin muncul perbedaan karena situasi politik dan situasi perekonomian bisa saja mengantarkan kita ke dalam perbedaan-perbedaan, dan kalau kita tidak kelola dengan baik maka akan menimbulkan sumber-sumber perpecahan. Untuk itu, para tokoh-tokoh dari INTI Bali dan juga tokoh-tokoh kita dari Bali diharapkan semuanya bisa bersinergi untuk mencegah potensi-potensi konflik itu agar tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas. Kita semua sudah memahami itu dan dalam pengalaman hidup bersama semuanya memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi agar lebih baik. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026