Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Taman Safari Indonesia Rawat Anak Orang Utan Korban Penyelundupan
Sabtu, 23 Maret 2019,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Anak orang utan korban penyelundupan yang dilakukan warga asing asal Rusia berinisial ZA akhirnya diserahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Denpasar kepada Bali Safari & Marine Park (BSMP), salah satu unit Taman Safari Indonesia (TSI) Group pada Sabtu (23/3) siang.
[pilihan-redaksi]
TSI juga ikut memberikan perawatan intensif terhadap anak orang utan, yang termasuk satwa dilindungi. Anak orang utan beserta 2 ekor tokek dan 5 ekor bunglon BSMP akan dirawat oleh perawat satwa dan dokter berpengalaman serta berdedikasi tinggi dalam konservasi satwa di BSMP. Ketiga jenis satwa tersebut tentunya akan mendapatkan perawatan standar lembaga konservasi internasional dengan menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kenyamanannya.
TSI juga ikut memberikan perawatan intensif terhadap anak orang utan, yang termasuk satwa dilindungi. Anak orang utan beserta 2 ekor tokek dan 5 ekor bunglon BSMP akan dirawat oleh perawat satwa dan dokter berpengalaman serta berdedikasi tinggi dalam konservasi satwa di BSMP. Ketiga jenis satwa tersebut tentunya akan mendapatkan perawatan standar lembaga konservasi internasional dengan menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kenyamanannya.
TSI Group berharap kejadian menyedihkan terhadap satwa seperti yang dilakukan ZA ini tak terulang kembali di masa mendatang.
"Taman Safari Indonesia (TSI) Group sebagai lembaga konservasi satwa, sangat menyesalkan tindak kejahatan terhadap satwa yang benar-benar sadis ini. TSI pun bergerak cepat dalam membantu dalam usaha penyelamatan satwa-satwa tersebut," ungkap Anak Agung Ngurah Alit Sujana, Marketing Promotion Spv BSMP dalam keterangan rilisnya.
.jpg)
[pilihan-redaksi2]
Hal ini menjadi perhatian TSI mengingat populasi satwa-satwa endemik Indonesia yang sedang dijaga jumlahnya agar tidak menuju kepunahan. Terlebih lagi, di saat kampanye konservasi satwa yang gencar dilakukan oleh seluruh unit TSI Group; Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Maine Park, dan Batang Dolphins Center.
Hal ini menjadi perhatian TSI mengingat populasi satwa-satwa endemik Indonesia yang sedang dijaga jumlahnya agar tidak menuju kepunahan. Terlebih lagi, di saat kampanye konservasi satwa yang gencar dilakukan oleh seluruh unit TSI Group; Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Maine Park, dan Batang Dolphins Center.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian menyedihkan kembali menimpa satwa endemik Indonesia. Pada Jumat (22/3) malam, Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali, digegerkan dengan penemuan orang utan yang dibius dan dimasukkan ke dalam keranjang kecil. Perlakuan sadis ini dilakukan oleh WNA berkebangsaan Rusia berinisial ZA.
Tak hanya seekor orangutan berusia 2 tahun, ZA juga terbukti membawa 2 ekor tokek dan 5 ekor bunglon. Diketahui belakangan, ternyata anak orangutan ini dibius terlebih dahulu oleh pelaku. Terbukti, dengan adanya temuan pil berjenis CTM di dalam koper. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1002 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 807 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 624 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 582 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026