Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Koster Rancang Festival Agro Tahunan Pasarkan Produk Pertanian
Sabtu, 23 Maret 2019,
22:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Setelah menelurkan Pergub 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster merancang festival tematik sebagai salah satu pendekatan untuk memasarkan produk pertanian sekaligus menjadi salah satu kebijakan di sisi hilir untuk meningkatkan sektor pertanian di Bali.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikannya saat bersama Ny. Putri Suastini Koster menghadiri dan membuka World Mangosteen Festival (WMF) pertama di Desa Galungan, Sawan, Buleleng, Sabtu (23/3).
Hal ini disampaikannya saat bersama Ny. Putri Suastini Koster menghadiri dan membuka World Mangosteen Festival (WMF) pertama di Desa Galungan, Sawan, Buleleng, Sabtu (23/3).
Saat memberikan sambutan, Gubernur Koster mengatakan sedang mendesain festival untuk memasarkan produk pertanian Bali. “Festival seperti ini sedang saya rancang. Desainnya nanti akan ada festival dan expo tematik. Ada kuliner, ada buah-buahan,” ujar Koster. Ia mengatakan festival agro seperti ini menjadi salah satu pajangan penggunaan buah lokal.
Ketua DPD PDIP Bali ini menambahkan festival-festival ini nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan musim sehingga akan menyerap buah-buahan yang sedang panen. “Nanti misalnya di musim salak, di musim jeruk, di musim manggis, di musim apa saja kita akan buatkan festivalnya keliling-keliling di Bali,” katanya.
Bahkan Ia akan membuat festival tersebut bertaraf internasional dengan mengundang asosiasi eksportir dan para pembeli dari luar negeri. Bukan itu saja ia berharap akan dibuatkan lomba makan buah-buahan yang mengundang para wisatawan dari Nusa Dua. Disamping ada pula yang dijual untuk dibawa pulang.
Koster meyakini festival semacam ini bisa diselenggarakan tanpa memakai APBD. Misalnya dengan menggunakan CSR perusahaan atau menggandeng pihak ketiga.
[pilihan-redaksi2]
WMF diselenggarakan selama dua hari tanggal 23-24 Maret 2019. Selain pameran produk pertanian lokal, acara dimeriahkan dengan lomba buah lokal seperti Manggis dan Durian. Ada pula lomba gebogan berbahan dasar manggis, Mangosteen Run, dan sarasehan manggis.
WMF diselenggarakan selama dua hari tanggal 23-24 Maret 2019. Selain pameran produk pertanian lokal, acara dimeriahkan dengan lomba buah lokal seperti Manggis dan Durian. Ada pula lomba gebogan berbahan dasar manggis, Mangosteen Run, dan sarasehan manggis.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan jika Durian dikenal sebagai rajanya buah, maka Manggis dikenal sebagai ratunya buah. “Karena itu makan durian harus diimbangi dengan manggis, karena manggis antioksidannya tinggi,” katanya.
Dalam pameran tampak wisatawan asing menghadiri dan mencicipi buah manggis. Beberapa waktu lalu, Gubernur Koster juga melepas ekspor manggis Bali ke China. (bbn/humasbali/rob)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026