Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
KPU Diminta Percepat Pengumuman Rekapitulasi Guna Redam Saling Klaim Kemenangan
Sabtu, 20 April 2019,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Universitas Ngurah Rai, Denpasar Dr. Luh Riniti Rahayu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempercepat pengumuman rekapitulasi hasil pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
[pilihan-redaksi]
Percepatan pengumuman hasil rekapitulasi diperlukan untuk meredam aksi saling klaim kemenangan dari para peserta Pemilu 2019. “Melihat kondisi yang kita rasakan saat ini, terutama sikap publik yang terbelah yang ditunjukkan oleh tebaran konten media sosial, maka jika kita tidak bijak menyikapinya, kita akan terjebak dalam tindakan yang tidak produktif bahkan mungkin destruktif. Oleh karena itu data manual yang akan dikeluarkan KPU RI kedepan yang paling lama 35 hari, bila memungkinkan dapat dipercepat, waktu yang lama menyebabkan suasana keruh karena saling klaim kemenangan berdasarkan quick count versi yang berbeda” kata Riniti saat dikonfirmasi di Denpasar pada Sabtu (20/4).
Percepatan pengumuman hasil rekapitulasi diperlukan untuk meredam aksi saling klaim kemenangan dari para peserta Pemilu 2019. “Melihat kondisi yang kita rasakan saat ini, terutama sikap publik yang terbelah yang ditunjukkan oleh tebaran konten media sosial, maka jika kita tidak bijak menyikapinya, kita akan terjebak dalam tindakan yang tidak produktif bahkan mungkin destruktif. Oleh karena itu data manual yang akan dikeluarkan KPU RI kedepan yang paling lama 35 hari, bila memungkinkan dapat dipercepat, waktu yang lama menyebabkan suasana keruh karena saling klaim kemenangan berdasarkan quick count versi yang berbeda” kata Riniti saat dikonfirmasi di Denpasar pada Sabtu (20/4).
Riniti mengungkapkan perbedaan data quick count bermula dari keadaan yang tidak diinginkan oleh pihakyang berkompetisi, meskipun hasil quick count dari lembaga-lembaga survei yang telah teruji keilmiahannya. Apalagi pihak yang berkompetisi masing-masing memiliki kepentingan yang berlawanan.
Riniti Rahayu yang juga merupakan Ketua Yayasan Bali Sruti mengingatkan guna menghindari kemungkinan-kemungkinan yang inskontitusional, penyelenggara harus benar-benar bekerja cepat, tertib disiplin berintegritas di setiap jenjang. Dengan harapan para pihak dan rakyat pendukung percaya dan menerima hasil manual yang resmi.
[pilihan-redaksi2]
“Beberapa hari kedepan euforia pilpres akan terus mendominasi perhatian kita. sementara perhitungan suara untuk para caleg terus berlangsung. dan bila lengah, maka kecurangan yang tinggi akan terjadi, sehingga nantinya kita akan menghasilkan para legislator atau wakil kita yang dari awal curang. Ini harus menjadi perhatian kita,” ujar Riniti.
“Beberapa hari kedepan euforia pilpres akan terus mendominasi perhatian kita. sementara perhitungan suara untuk para caleg terus berlangsung. dan bila lengah, maka kecurangan yang tinggi akan terjadi, sehingga nantinya kita akan menghasilkan para legislator atau wakil kita yang dari awal curang. Ini harus menjadi perhatian kita,” ujar Riniti.
Aktivis perempuan ini menambahkan bahwa lamanya masa kampanye yang mencapai 8 bulan membuat isu-isu berbasis identitas menjadi mengental, utamanya isu berbasis agama. Kondisi ini menyebabkan pemilu kali ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang mempercayai quick count yang ilmiah dan independen.
Belum lagi, kompetisi calon presiden yang sama dari pemilu sebelumnya, membuat pertarungan semakin sengit. Hal ini akan memperlebar perbedaan dari para pendukung masing-masing dan berbahaya bagi kedamaian bangsa bila tidak segera diantisipasi.[bbn/mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5298 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3440 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2238 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 958 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026