Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Selama 2009-2016 Penurunan Luas Lahan Sawah di Sarbagita Mencapai 244,32 hektar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Berdasarkan hasil pemetaan secara spasiotemporal menunjukkan bahwa selama periode 2009-2016 telah terjadi penurunan luasan lahan sawah di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan atau yang lebih dikenal dengan Sarbagita mencapai 244,32 hektar.
Pemetaan spasiotemporal dilakukan dengan menggunakan bantuan citra satelit Ikonos dan Pleiades.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Analisis Spasiotemporal Alih Fungsi Lahan Sawah Berdasarkan Citra Satelit dan Sistem Informasi Geografis di Kawasan Metropolitan Sarbagita, Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali, volume 09, nomor 01, tahun 2019.
Artikel tersebut ditulis oleh I Putu Sriartha, I Putu Gede Diatmika, dan I Wayan Krisna Ekaputra dari Universitas Pendidikan Ganesha.
I Putu Sriartha dan kawan-kawan menuliskan berdasarkan peta spasiotemporal yang dihasilkan menunjukkan telah terjadi penurunan luas lahan sawah dari10.810,18 hektar pada tahun 2009 berkurang menjadi 10.565,82 hektar tahun 2016.
Fenomena alih fungsi lahan sawah cenderung bergerak dari sebelumnya dominan di wilayah bagian selatan menuju ke arah utara.
[pilihan-redaksi2]
Disebutkan alih fungsi lahan sawah membentuk pola mengelompok di wilayah pinggiran timur berdekatan dengan pusat pariwisata Ubud, Kota Denpasar, dan pusat pariwisata Kuta.
Selain itu juga terjadi perubahan orientasi spasial alih fungsi lahan sawah dari sebelumnya terkonsentrasi di pinggiran pusat pariwisata Kuta bergerak ke bagian tengah dan utara di wilayah Kecamatan Abiansemal.
Perubahan orientasi spasial fenomena alih fungsi lahan sawah diduga ada kaitannya dengan harga lahan (land price) yang semakin tinggi di bagian selatan akibat dari semakin terbatasnya sumberdaya lahan. disamping itu, adanya perubahan pola pikir dari pemilik lahan sawah di pinggiran wisata Kuta untuk tidak menjual lahan sawahnya seiring dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi mereka. [bbn/ Jurnal Kajian Bali/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun