Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bali Darma Laksana, Perkumpulan Yang Memperjuangkan Wanita Agar Tak Bertelanjang Dada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perkumpulan Bali Darma Laksana menjadi sebuah perhimpunan kaum nasionalis Bali pada masa kolonial Belanda yang memperjuangkan dan menanamkan kesadaran agar masyarakat Bali tidak membiarkan wanita di desa-desa bertelanjang dada yang akan dapat merendahkan derajat serta kepribadian masyarakat Bali.
[pilihan-redaksi]
Para wanita yang bertelanjang dada sering dijadikan sasaran pemotretan oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, sebagai akibat dari dibukanya ruang Bali sebagai destinasi pariwisata oleh pemerintah kolonial Belanda
Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Paradigma Kepariwisataan Bali Tahun 1930-an: Studi Genealogi Kepariwisataan Budaya” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 06, nomor 02 tahun 2016. Artikel tersebut ditulis oleh I Made Sendra dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.
Made Sendra menuliskan perkumpulan Bali Darma Laksana dijadikan sebagai wadah untuk menghimpun kaum pemuda nasionalis di Bali untuk bersatu memajukan (modernisasi) masyarakat dan kebudayaan Bali sesuai dengan perkembangan zaman. Guna memajukan masyarakat Bali, organisasi Bali Darma Laksana menyusun program kerja di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan melalui gerakan penyuluhan ke desa-desa.
Karena organisasi ini tidak bersifat politik maka pemerintah kolonial Belanda mengizinkan organisasi ini berkembang, sehingga mendapatkan dukungan dari pegawai pamong praja, dan pemuda pelajar di seluruh Bali. Pilihan soft strategy ini diterapkan, karena jika dilakukan perlawanan secara terbuka akan segera direpresi dan dibrangus oleh pemerintah kolonial Belanda
Organisasi ini merupakan fusi dari Balische Studiefond yang berdiri di Singaraja dengan perkumpulan Eka Laksana di Denpasar. Organisasi ini bergerak di bidang sosial, pendidikan, agama dan adat istiadat. Dalam bidang pendidikan organisasi ini memberikan tunjangan belajar bagi anggota-anggotanya. Tunjangan ini diberikan kepada pemuda Bali yang mempunyai cukup kepandaian dan berguna bagi masyarakat Bali
[pilihan-redaksi2]
Bali Darma Laksanamerupakan gerakan pemuda yang berhaluan nasionalis yang menentang konservatisme tradisi, adat dan budaya yang dilakukan oleh pemerintah kolonial untuk melanggengkan kekuasaannya di Bali.
Tokoh-tokoh antiwacana kolonial terdiri dari para elite (kaum cendekiawan Bali) yang baru lulus dari sekolah-sekolah di Jawa yang berfaham modern. Para cendekiawan (elite) pribumi yang lulus dari sekolah Belanda dididik untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan posisi administrasi kolonial Belanda.
Namun, mereka tidak bisa secara terang-terangan menentang wacana kolonialis, karena kuatnya kontrol kuasa penjajah (pemerintah kolonial) untuk melakukan kontrol terhadap munculnya wacana anti kolonial.
Mereka yang anti wacana kolonial memilih strategi lunak (soft strategy) untuk menandingi wacana Baliseering dengan mendirikan organisasi yang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan budaya. [bbn/Jurnal Kajian Bali/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan