Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Siram Pembantu dengan Air Panas, Polda Bali Akan Periksa Kejiwaan Desak Made
Jumat, 17 Mei 2019,
21:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Bali berencana memeriksa kejiwaan tersangka Desak Made Wiratningsih (36), terkait tindakannya yang begitu sadis menyiramkan dua panci air panas ke tubuh pembantunya, Eka Febriyanti (21).
Selama dalam pemeriksaan penyidik Unit PPA Ditreskrimum Polda Bali, janda beranak dua itu tidak menunjukkan rasa penyelesan atas perbuatanny. Bahkan, perempuan yang memiliki usaha jual baju online ini tidak mengakui perbuatannya.
Padahal perempuan yang memiliki tato di lengan kanannya ini yang menyuruh para pembantunya yang lain untuk memasak air panas di dalam dua panci. Air panas itu dimasak sebagai hukuman bagi korban, apabila gagal mencari gunting besi yang hilang.
"Dia (Desak Made Wiratningsih) tidak mengakui perbuatannya. Sementara tersangka Kadek Erik Diantara yang bekerja sebagai satpam mengakui ikut menyiramkan air panas ke tubuh korban," beber Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan, Jumat (17/5/2019).
Melihat dari perilaku tersangka Desak Made Wiratningsih yang kejam dan tidak berprikemanusiaan, Kombes Andi menerangkan pihaknya akan segera memeriksa kejiwaan yang bersangkutan.
“Minggu depan kami akan membawa tersangka Desak Made ke dokter jiwa. Tindakannya sangat tidak masuk akal, tersangka menyiksa korban tanpa rasa bersalah dan bahkan sampai berjam-jam hanya karena masalah kecil,” beber Andi Fairan.
Tidak hanya mengecek kejiwaan tersangka, polisi juga akan memeriksa urine untuk memastikan apakah terlibat narkoba atau tidak. “Semua kemungkinan akan kami kembangkan dan ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Kabarnya tersangka merupakan selingkuhan anggota dewan ? Ditanya demikian, Andi enggan menjawab dan malah tertawa.
“Kami tidak menyelidiki sampai sana. Yang kami dalami kasus penganiayaan yang dilakukan tersangka. Kalau masalah itu, ditanyakan sendiri ke orangnya,” bebernya dengan senyum mengembang.
Selain itu, Kombes Andi membenarkan korban tidak mendapatkan gaji sepeser pun lantaran selalu dipotong saat melakukan kesalahan. Seperti, telat bangun, kehilangan barang dan kesalahan yang tidak masuk akal.
“Tersangka sengaja mencari kesalah-kesalahan korban, agar bisa memotong gaji,” tegas Andi.
Seperti diberitakan, tersangka Desak Made Wiratningsih, Kadek Erik Diantara dan Santi Susanti, pada Selasa (24/5) sekitar pukul 09.00 Wita, menyiksa seorang pembantu rumah tangga (PRT) Eka Febriyanti dengan cara menyiram air panas di dalam dua panci. Tindakan sadis itu dilakukan karena korban tidak bisa menemukan gunting besi yang hilang.
Setelah kasusnya dilaporkan Rabu (15/5) siang, Ditreskrimum Polda Bali menangkap ketiganya di rumah di Jalan Bypass Dharma Giri, Perum Udayana, Desa Buruan, Blahbatuh Gianyar Rabu (15/5) malam.
Setelah diselidiki, Santi yang merupakan adik tiri korban dinyatakan tidak bersalah karena mengaku dipaksa oleh tersangka Desak Made Wiratningsih. Bahkan, Santi juga ikut melaporkan tersangka Desak karena pernah dianiaya. [bbn/Spy/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2464 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026