Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pembatasan Plastik Sekali Pakai Bisa Hadirkan Gaya Hidup Ramah lingkungan
Kamis, 23 Mei 2019,
18:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyampaikan dukungannya pada upaya-upaya berbagai pihak yang ingin membantu usaha Pemprov Bali untuk menanggulangi permasalahan sampah, khususnya sampah plastik.
[pilihan-redaksi]
“Kami akan support dengan senang hati jika ada bantuan, apalagi ada solusi untuk mengurangi dampak sampah plastik di Bali,” kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini dalam audensinya dengan organisasi McKinsey dan SecondMuse Company di Ruang tamu Kantor Wakil Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (23/5) siang.
“Kami akan support dengan senang hati jika ada bantuan, apalagi ada solusi untuk mengurangi dampak sampah plastik di Bali,” kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini dalam audensinya dengan organisasi McKinsey dan SecondMuse Company di Ruang tamu Kantor Wakil Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (23/5) siang.
Hadir pula dalam audensi tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja. Cok Ace melanjutkan, saat ini Pemprov Bali sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai antara lain dengan meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) no 97 tahun 2018 yang mengatur pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.
“Sejalan dengan visi dan misi kami, yang ingin membangun kehidupan yang harmonis termasuk harmonis dengan alam,” jelas penglingsir Puri Ubud ini.
Dipaparkannya, dampak sampah plastik terutama kantong plastik, sedotan serta styrofoam sudah demikian berlebihan di Bali hingga menimbulkan pencemaran hingga mengganggu kehidupan biota di laut.
[pilihan-redaksi]
“Untuk itu kami harus batasi karena penggunaannya sudah melampaui kebutuhan. Juga kami jadwalkan secara berkala gerakan bersih-bersih sampah plastik. Beban sampah plastik ini harus dikurangi,” tambahnya.
“Untuk itu kami harus batasi karena penggunaannya sudah melampaui kebutuhan. Juga kami jadwalkan secara berkala gerakan bersih-bersih sampah plastik. Beban sampah plastik ini harus dikurangi,” tambahnya.
Untuk itu, mantan Bupati Gianyar ini mengaku senang sekali jika kedepan ada solusi dan alternatif produk yang dapat menggantikan produk berbahan plastik untuk sekali pakai sekaligus memicu timbulnya lifestyle baru di Bali yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau kita ubah persepsi, pembatasan ini justru menimbulkan peluang baru untuk terciptanya produk-produk alternatif yang lebih ramah lingkungan. Justru kita dorong agar lebih berkembang,” tukas Cok Ace. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026