Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
PKB Dinilai Monoton, Akademisi Unud: Harus Ada Karya yang Mendunia
Kamis, 6 Juni 2019,
11:04 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi Universitas Udayana (Unud) sekaligus pengamat sosial, Made Pria Dharsana menilai pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diadakan rutin tiap tahun terkesan monotun karena dalam penyajiannya hanya itu-itu saja.
[pilihan-redaksi]
Menurutnya seharusnya ada evaluasi dan dialog di tengah-tengah masyarakat tentang materi di PKB karena selama ini tidak ada hasil seni yang fundamental dapat dihasilkan dari PKB dari tahun ke tahun.
Menurutnya seharusnya ada evaluasi dan dialog di tengah-tengah masyarakat tentang materi di PKB karena selama ini tidak ada hasil seni yang fundamental dapat dihasilkan dari PKB dari tahun ke tahun.
"Pada intinya masih monoton pelaksanaan PKB dari tahun ke tahun. Memang sebagian harus dirombak, sehinga implementasi dari semangat apa yang diharapkan dapat menumbuhkan diri, atau kepercayaan kita sebagai masyarakat Bali benar-benar kuat," jelasnya, Rabu (5/6).
Dari kacamata masyarakat awam, lanjutnya, mungkin melihatnya tidak ada persoalan, tetapi sebagai seorang pengamat jangan sampai ajang PKB hanya menampilkan yang itu-itu saja.
Ia menyarankan harusnya ada ide baru yang benar-benar dapat menjadi pemberontakan dan menghasilkan kreativitas seni yang benar-benar mendunia.
"Setidaknya harus ada ide baru yang benar-benar bisa menjadi pemberontakan agar menghasilkan kreativitas seni yang benar-benar mendunia. Sehingga, pelaksanaan PKB dapat berkontribusi terhadap dunia atau pembanggunan kebudayaan di tingkat dunia saat ini maupun yang akan datang," ucapnya.
[pilihan-redaksi2]
Dikatakan, perlu ada dialog seni di tengah-tengah masyarakat terutama dalam kaitan membuka cakrawala. Diharapkan lewat ruang dialog di masyarakat sebagai apresiasi seni itu tumbuh, tidak ada kejenuhan, tidak ada stagnasi terhadap kreativitas tersebut.
Dikatakan, perlu ada dialog seni di tengah-tengah masyarakat terutama dalam kaitan membuka cakrawala. Diharapkan lewat ruang dialog di masyarakat sebagai apresiasi seni itu tumbuh, tidak ada kejenuhan, tidak ada stagnasi terhadap kreativitas tersebut.
Dharsana menambahkan, jika dilihat sampai saat ini pelaksanaan PKB dari tahun ke tahun hampir tidak ada produk yang monumental dilahirkan.
"Tidak ada hasil seni yang ditumbuhkan dari setiap pelaksanaan PKB dalam setiap perhelatannya," tandasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026