Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
YouTube, Lebih Digemari Menggeser Televisi
Kamis, 6 Juni 2019,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Setelah dirilis pada 14 februari 2005, platform berbagi video YouTube kini menjadi tontonan sehari-hari kaum masyarakat dari berbagai kalangan.
[pilihan-redaksi]
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
“Saya sepakat dengan pernyataan bahwa YouTube lebih digemari daripada televisi, YouTube itu sifatnya personalisasi, berbeda dengan televisi yang bersifat monoton (tidak ada variasi), YouTube lebih luas jangkauannya, kita bisa mencari konten sesuai minat, hobi, ada semua disitu,” ungkap seorang sosiolog, wahyu Budi Nugroho,S.Sos,M.A
YouTube juga disinyalir menjadi pengaruh bagi para penontonnya, karna konten YouTube yang ditampilkan melalui video membuat kontennya mudah diterima dan lebih dipahami.
Ida Ayu Devi, salah satu pegawai hotel di ubud dalam wawancara langsung membenarkan argumen tersebut. “Iya, tontonan YouTube itu berpengaruh banget, karena berbagai informasi ada disitu, jadi apapun yang mau aku beli dan lakukan, sebelumnya aku selalu nonton YouTube dulu,” katanya.
Wahyu menjelaskan ada satu teori yang disebut efek demonstrasi (Demonstration Effect), dimana media berupa televisi, YouTube dan lain-lain, ketika dilihat, secara tidak langsung dan secara alamiah itu seperti memberikan efek dan pengaruh agar dicontoh.
[pilihan-redaksi2]
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
Lalu apakah Youtube dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer seperti kebutuhan pokok menyandingi sandang, pangan, dan papan? Wahyu menegaskan informasi memang sekarang adalah kebutuhan primer, tetapi tidak harus selalu Youtube, bisa kanal-kanal informasi lain seperti instagram, facebook, dan lain-lain.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2748 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026