Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
YouTube, Lebih Digemari Menggeser Televisi
Kamis, 6 Juni 2019,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Setelah dirilis pada 14 februari 2005, platform berbagi video YouTube kini menjadi tontonan sehari-hari kaum masyarakat dari berbagai kalangan.
[pilihan-redaksi]
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
“Saya sepakat dengan pernyataan bahwa YouTube lebih digemari daripada televisi, YouTube itu sifatnya personalisasi, berbeda dengan televisi yang bersifat monoton (tidak ada variasi), YouTube lebih luas jangkauannya, kita bisa mencari konten sesuai minat, hobi, ada semua disitu,” ungkap seorang sosiolog, wahyu Budi Nugroho,S.Sos,M.A
YouTube juga disinyalir menjadi pengaruh bagi para penontonnya, karna konten YouTube yang ditampilkan melalui video membuat kontennya mudah diterima dan lebih dipahami.
Ida Ayu Devi, salah satu pegawai hotel di ubud dalam wawancara langsung membenarkan argumen tersebut. “Iya, tontonan YouTube itu berpengaruh banget, karena berbagai informasi ada disitu, jadi apapun yang mau aku beli dan lakukan, sebelumnya aku selalu nonton YouTube dulu,” katanya.
Wahyu menjelaskan ada satu teori yang disebut efek demonstrasi (Demonstration Effect), dimana media berupa televisi, YouTube dan lain-lain, ketika dilihat, secara tidak langsung dan secara alamiah itu seperti memberikan efek dan pengaruh agar dicontoh.
[pilihan-redaksi2]
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
Lalu apakah Youtube dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer seperti kebutuhan pokok menyandingi sandang, pangan, dan papan? Wahyu menegaskan informasi memang sekarang adalah kebutuhan primer, tetapi tidak harus selalu Youtube, bisa kanal-kanal informasi lain seperti instagram, facebook, dan lain-lain.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026