Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ida I Dewa Agung Istri Kania, Pujangga Klasik Bali
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Ida I Dewa Agung Istri Kania lebih dikenal sebagai tokoh pejuang wanita dalam Perang Kusamba yang berhasil menewaskan jenderal Belanda. Namun jarang yang mengetahui bahwa Dewa Agung Istri Kania adalah raja wanita dan seorang pujangga klasik Bali keturunan ningrat.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Ida I Dewa Agung Istri Kania: Raja, Feminisme, Dan Pahlawan Dari Klungkung” yang dipublikasikan dalam Dharmasmrti, Volume XVI Nomor 1 tahun 2017. Artikel ditulis oleh I Nyoman Sukartha dari Fakultas Ilmu Budaya UNUD.
I Nyoman Sukartha menyebut Ida I Dewa Agung Istri Kaniaseorangpahlawan,raja,yang sekaligus berprofesi sebagai pujangga klasik. Karya-karya beliau berupa kakawin, kidung,geguritan dan tutur.Salahsatukaryabeliau yang terkenal adalah Kakawin Pralambang Bha- sa Wewatekan. Kakawin itu menceritakan tentang: upacara pembakaran mayat (Patiwa-tiwa dan Baligya), gambaran kedatangan dan perang melawan Belanda di Kusamba Klungkung, sumpah kesepakatan kerjasama antara Klung- kung, Gianyar, Bangli, dan Payangan, dan masih ada lagi beberapa kisah faktual yang terjadi baik di Kusamba, di Sweta Lombok, di Tabanan, dan di Klungkung.
[pilihan-redaksi]
Dewa Agung Istri Kania sering juga disebut Anak Agung Istri Kania. Beliau adalah salah satu keturunan (warih) dari Raja Sri Kresna Kepakisan, yang merupakan raja Samprangan, dan cikal bakal adanya keturunan Kepakisan di Bali. Beliau adalah putri dari Ida Dewa Agung Putra yang menjadi raja bawahan di daerah Kusamba (sekarang menjadi desa Kusamba yang berada di wilayah Kecamatan Dawan). Raja Klungkung pada waktu itu adalah Ida I Dewa Agung Sakti.
Nama Ida Dewa Agung Istri Kania atau Ida Anak Agung Istri Kania adalah nama gelar beliau setelah beliau menjadi raja. Sedang nama kecilnya adalah Dewa Agung Istri Muter. Dewa Agung Istri Muter semasa kecilnya tinggal di Kusamba, diasuh oleh ibu kandungnya yang bernama I Gusti Ayu Karang (anak raja Karangasem). Setelah beliau dewasa barulah beliau pindah ke Klungkung di asuh oleh kekaknya yaitu raja Klungkung yang bernama Ida I Dewa Agung Sakti. Istana beliau disebut Puri Bale Mas. [bbn/Dharmasmrti/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun