Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Bali Skinhead Jambore #5, Hilangkan Stigma Negatif Punk dan Tato
Sabtu, 15 Juni 2019,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Setelah sempat vakum selama beberapa tahun, Bali Skinhead Jambore #5 (kelima) kembali digelar di Garden Groove, Jalan Tukad Balian Renon Denpasar, Minggu (16/6/2019).
[pilihan-redaksi]
Acara komunitas "sub kultur" ini kini dikemas berbeda karena dipadukan dengan konser musik, tato, hingga aktivitas barber shop atau tukang cukur. Hal ini disampaikan pihak panitia acara, dalam jumpa pers di Garden Groove, Sabtu (15/6/2019) siang.
Acara komunitas "sub kultur" ini kini dikemas berbeda karena dipadukan dengan konser musik, tato, hingga aktivitas barber shop atau tukang cukur. Hal ini disampaikan pihak panitia acara, dalam jumpa pers di Garden Groove, Sabtu (15/6/2019) siang.
Ketua panitia acara Bali Skinhead Jambore 5, Lalu Hendryawan, mengatakan, Bali Skinhead Jambore 5 tahun 2019 dikemas berbeda dengan kegiatan serupa yang digelar sebelumnya.
"Kali ini kita akan hadir dengan tema dan konsep serta kemasan baru, kita bikin unik, selain musik juga ada "booth" tato, ada "booth" barber shop, mulai siang sampai malam. Juga ada aksi DJ (disc jockey) dengan kemasan menarik. Dengan tema "Sambung Rasa Sambang Saudara" untuk tiket masuk ke acara hanya Rp30 ribu," ujar pria yang akrab dipanggil Hendry ini.

Tak hanya diramaikan peserta dari Bali dan Pulau Jawa, kegiatan ini juga dihadiri komunitas skinhead dari Singapura dan Manado datang.
"Konsepnya benar benar beda, jika sebelumnya hanya konser musik, kali ini ada kegiatan tato dan barber shop (cukur rambut). Setelah 10 tahun sempat vakum, kali ini kita ajak semuanya terlibat dari setiap kota di Indonesia, sekalian untuk silaturahmi juga pasca Lebaran," ujarnya.
Kata "Skinhead", kata Henry, merujuk pada komunitas kelas pekerja, yang memang suka bekerja keras dengan identitas kepala botak dengan alasan agar praktis saat bekerja. Sementara kaitan dengan musiknya yakni punk, oi,ska, hingga reggae, hal itu merupakan hiburan kelas pekerja saat usai bekerja.

Eka Waves, President Indonesia Sub Culture (ISC) Chapter Bali yang akan mengisi acara tato dalam kegiatan ini mengatakan sangat senang dengan adanya keterlibatan Indonesia Sub Culture (ISC) dalam acara ini.
"Sub Culture itu adalah suatu budaya yang berbeda. Sama halnya dengan komunitas skinhead, tato juga merupakan "sub culture", karena tidak semua orang suka skinhead yang identik dengan kepala botak dan punk dan juga tidak semua orang suka tato. Musik punk dan tato yang merupakan sub culture, selama ini sering diidentikkan dengan dunia kriminal, padahal tidak demikian sebenarnya. Malahan artis tato Indonesia sudah sering membawa harum nama Indonesia dalam berbagai kontes tato di luar negeri," ujar Eka Waves.

Sementara Hanafi dari Unyil Tato mengatakan, lewat kegiatan ini diharapkan pemahaman orang terhadap komunitas skinhead yang identik dengan punk dan komunitas tato bisa lebih baik.
[pilihan-redaksi2]
"Perlu ada perubahan pola pikir. Baik punk maupun tato itu tidak identik dengan kriminal. Semua kembali kepada pribadi masing-masing. Tato itu adalah seni dan ungkapan rasa," jelas Unyil.
"Perlu ada perubahan pola pikir. Baik punk maupun tato itu tidak identik dengan kriminal. Semua kembali kepada pribadi masing-masing. Tato itu adalah seni dan ungkapan rasa," jelas Unyil.
Dalam kegiatan ini, Unyil akan menggelar atraksi tato yang cukup ekstrim. Ia akan menato seorang vokalis salah satu band punk di akhir acara. Aksi menato akan dilakukan selama vokalis itu menyanyikan lagu-lagu yang dibawakan bersama bandnya.
"Kita akan tampilkan yang benar-benar beda dalam acara ini. Nanti para pengunjung akan kita ajak sama-sama untuk menyaksikan atraksi ekstrim ini," ujarnya.

Bali Skinhead Jambore #5 2019 ini diperkirakan akan dihadiri minimal 1.000 orang pengunjung dengan menampilkan sebanyak 22 band beraliran punk, oi, ska, skapunk, hingga reggae. Band-band yang akan tampil mulai siang hingga malam hari ini berasal dari Bali, Lombok, Bandung, Jakarta, Singapura, Cimahi, Bogor, Solo, Jogja, Blitar, Sidoarjo, Malang, dan Manado. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026