Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Aliansi Rakyat Anti Korupsi Bali Minta Pansel Capim KPK Kedepankan Integritas Calon
Kamis, 11 Juli 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Aliansi Rakyat Anti Korupsi Bali (ARAK-Bali) meminta Panitia seleksi (Pansel) calon Pimpinan KPK agar mengedepankan integritas calon.
[pilihan-redaksi]
ARAK Bali adalah Koalisi masyarakat sipil di Bali yang terdiri dari unsur NGO, akademisi, jurnalis, aktivis, mahasiswa dan jaringan komunitas seni. Kordinator ARAK Bali Komang Arya Ganaris saat ditemui di Denpasar mengatakan pansel sebaiknya tidak hanya memperhatikan latar belakang institusi calon pimpinan. Tapi lebih jauh, pimpinan KPK harus memiliki integritas moral, etik serta komitmen serius pemberantasan korupsi.
ARAK Bali adalah Koalisi masyarakat sipil di Bali yang terdiri dari unsur NGO, akademisi, jurnalis, aktivis, mahasiswa dan jaringan komunitas seni. Kordinator ARAK Bali Komang Arya Ganaris saat ditemui di Denpasar mengatakan pansel sebaiknya tidak hanya memperhatikan latar belakang institusi calon pimpinan. Tapi lebih jauh, pimpinan KPK harus memiliki integritas moral, etik serta komitmen serius pemberantasan korupsi.
"Mau dibawa ke mana KPK kalau faktor yang diperhatikan hanya latar belakang institusi, padahal tugas pokok KPK adalah memberantas korupsi. Karena itu integritas dan komitmen moral jadi syarat utama," kata pria yang akrab disapa Bobi ini.
Menurutnya dari proses yang sedang berjalan saat ini pansel sepertinya terkesan hanya menonjolkan dan meprioritaskan dari kepolisian dan kejaksaan, ada apa sebenarnya? Ini patut kita pertanyakan dan perhatian publik.
Padahal menurut catatan ARAK Bali, kedua institusi ini kerapkali mengalami perbedaan pandangan dalam pemberantasan korupsi. "Publik kerap disuguhkan drama perbedaan bahkan komflik kepentingan antar lembaga, jika KPK didominasi oleh mereka yang berasal dari kepolisian dan kejaksaan justru dapat melemahkan KPK," ujarnya.
Padahal jika melihat sejarah terbentuknya KPK tidak lepas dari lemahnya pemberantasan korupsi oleh kedua lembaga penegakan hukum tersebut. Jika Kepolisian dan kejaksaan serius ingin memberantas korupsi, sesungguhnya bisa dilakukan di institusi asal tanpa harus masuk KPK.
Selain itu masukannya unsur kepolisian dan kejaksaan dapat menyebabkan konflik kepentingan antar lembaga.
[pilihan-redaksi2]
"Kepolisian dan kejaksaan kan punya wewenang untuk melakukan pemberantasan di institusinya, jadi tidak perlu masuk KPK dulu. Apalagi kewenangannya lebih luas dengan infrastruktur sampai ke daerah-daerah," ucap Komang Arya Ganaris.
"Kepolisian dan kejaksaan kan punya wewenang untuk melakukan pemberantasan di institusinya, jadi tidak perlu masuk KPK dulu. Apalagi kewenangannya lebih luas dengan infrastruktur sampai ke daerah-daerah," ucap Komang Arya Ganaris.
Komang sendiri tidak menampik kordinasi antar lembaga penegak hukum perlu dilakukan. Dalam arti kasus korupsi yang sulit dijangkau KPK terutama yang menyebar di daerah-daerah dapat dilakukan oleh kepolisian maupun kejaksaan. Kalau semua berjalan di institusi masing-masing maka upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan maksimal.
"Kan bisa saling kordinasi tanpa loncat pagar, kalau semua berjalan sesuai fungsinya kami yakin pemberantasan korupsi dapat dilakukan lebih maksimal," Pungkas Komang. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026