Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tamba Kritisi Kampus, Agar Lebih Agresif Melakukan Riset
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Krisis riset di kalangan perguruan tinggi memang telah menjadi masalah nasional. Belum lama ini, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Muhammad Dimyati, mendorong perguruan tinggi (PT) untuk berani melakukan riset. Menurut dia, seperti dikutip dari beritasatu.com, persoalan mendasar bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya percaya diri untuk melakukan riset.
[pilihan-redaksi]
Di Bali, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali I Nengah Tamba, juga mendorong kampus untuk lebih agresif dalam melakukan riset serta kajian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Tamba, jangan sampai civitas akademi justru baru bergerak setelah ada kasus yang ramai dibicarakan publik. Bahkan yang lebih buruk lagi, kampus justru baru melakukan riset atau kajian setelah diminta oleh lembaga pemerintah.
"Mestinya lebih peka, lebih agresif, jangan ide malah selalu dimulai masyarakat atau lembaga pemerintah, begitu ada gagasan yang menarik demi Bali, kampus harus bergerak cepat," ujar Tamba, di Denpasar, Selasa (23/7/2019).
Politikus Partai Demokrat asal Bumi Makepung Jembrana itu pun mendorong seluruh civitas akademika di Bali, agar lebih mengasah lagi kepekaan sesuai dengan perkembangan. Apalagi di Bali ini, ada banyak persoalan yang membutuhkan kajian serius.
[pilihan-redaksi2]
"Banyak yang perlu diriset, misalnya masalah sosial, tepatkah masyarakat kecil berjibaku dengan ongkos tinggi mempertahankan adat dan budaya Bali? Juga bagaimana dengan petani yang selalu merugi di musim panen? dan masih banyak lagi hal lainnya yang membutuhkan perhatian serius kampus," ujar Tamba yang kandidat calon Bupati Jembrana ini.
Jika kampus mampu melakukan hal ini, menurut dia, maka hal tersebut merupakan implementasi riil pengabdian masyarakat. Itu merupakan sebuah kebanggaan dari sekadar mendapatkan nilai tinggi di kampus.
"Harus bangga menjadi dosen, menjadi guru, tetapi harus kedepankan riset dan kajian, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Jangan hanya sibuk memberi kuliah, berteori, fotokopi soal-soal atau rutinitas lainnya," pungkas Tamba. (gus)
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan