Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
FGD Arak Bali (7), Berpotensi Pasar Jutaan Liter, Tapi Hadapi Berbagai Kendala Perijinan
Rabu, 24 Juli 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Arak Bali adalah suatu minuman beralkohol tradisional yang diciptakan oleh para leluhur orang Bali yang dilakukan secara turun menurun berkelanjutan dari generasi ke generasi sehingga sekarang menjadi Brand Arak Bali.
[pilihan-redaksi]
Pada mulanya minuman ini dibuat dengan memakai bahan dasar tuak yang difermentasi secara alamiah lalu disuling secara tradisional, kemudian berkembang dengan memakai bahan dasar buah-buahan atau padi-padian seperti salak, manggis, pisang, beras, ketan dan sebagainya.
Pada mulanya minuman ini dibuat dengan memakai bahan dasar tuak yang difermentasi secara alamiah lalu disuling secara tradisional, kemudian berkembang dengan memakai bahan dasar buah-buahan atau padi-padian seperti salak, manggis, pisang, beras, ketan dan sebagainya.
Masyarakat Bali sudah sejak dahulu secara tradisi menggunakan Arak Bali pada upacara keagamaan tertentu, dan orang tua dahulu biasa mengkonsumsi arak dengan takaran tertentu untuk kepentingan menjaga kebugaran dan kehangatan tubuh. Dalam perkembangannya, sekarang Arak Bali tidak lagi hanya dinikmati secara tradisional saja, namun sudah bisa dinikmati sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel yang ada di Bali.
"Kebutuhan pasar minuman beralkohol di Bali saat ini sangat menjanjikan dengan rata-rata per tahunnya mencapai 7 juta liter. Terdiri dari Golongan A 1 jutaan liter lebih , Golongan B 4 jutaan liter lebih, Golongan C hamper 1 juta liter. Dalam hal ini Arak Bali termasuk dalam minuman beralkohol Golongan C, maka pasar inilah yang harus diperebutkan," kata Ketua Umum Swastika Bali, Drs I Wayan Bagiarta Negara Apt MM, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Arak Bali Berbasis Pemberdayaan Petani, yang digelar organisasi masyarakat Swastika Bali pada Kamis (18/7) di Wiswa Sabha, kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Meski punya potensi bagus, namun pengembangan arak Bali menghadapi berbagai kendala. Misalnya dari sisi perijinan, Arak Bali/Mikol termasuk dalam Daftar Usaha yang Tertutup di Bidang Penanaman Modal (Peraturan Presiden RI Nomor 77 tahun 2007). Izin Usaha Industri (IUI) Mikol diterbitkan oleh Menteri Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi hanya memberikan rekomendasi saja. Kemudian Tanda Daftar Industri (TDI) Mikol ditebitkan oleh Kabupaten / Kota yang rata-rata terbit pada tahun 2006.
Meski punya potensi bagus, namun pengembangan arak Bali menghadapi berbagai kendala. Misalnya dari sisi perijinan, Arak Bali/Mikol termasuk dalam Daftar Usaha yang Tertutup di Bidang Penanaman Modal (Peraturan Presiden RI Nomor 77 tahun 2007). Izin Usaha Industri (IUI) Mikol diterbitkan oleh Menteri Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi hanya memberikan rekomendasi saja. Kemudian Tanda Daftar Industri (TDI) Mikol ditebitkan oleh Kabupaten / Kota yang rata-rata terbit pada tahun 2006.
Data dari Dinas Perindustrian, saat ini di Bali ada 14 perusahaan yang memiliki IUI dan 11 perusahaan masih TDI. Dari 14 perusahan yang memiliki IUI hanya 2 perusahaan yang memproduksi Mikol Golongan C dan kedua duanya tidak berbahan dasar arak. Sedangkan 11 perusahaan yang memiliki TDI semuanya termasuk Golongan C dan semuanya menggunakan bahan dasar arak.[bbm/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026