Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
600 Kg Ikan Nila Mati di Kolam Pancing, Diduga Tercemar Racun
Senin, 29 Juli 2019,
07:06 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Ikan di kolam pancing air deras Be Fish milik I Gede Putu Arif Novisa di Banjar Subamia Bale Agung, Desa Subamia, Kecamatan Tabanan mendadak mati pada Sabtu (27/7).
[pilihan-redaksi]
Belum jelas penyebab Ikan jenis nila tersebut mati, namun ada dugaan air kolam tercemar racun. Akibat kejadian itu sekitar 600 kilogram ikan milik korban dan mengalami kerugian sekitar Rp 27 juta.
Belum jelas penyebab Ikan jenis nila tersebut mati, namun ada dugaan air kolam tercemar racun. Akibat kejadian itu sekitar 600 kilogram ikan milik korban dan mengalami kerugian sekitar Rp 27 juta.
Peristiwa pertama kali diketahui pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu, seorang saksi I Gede Made Dwipa Adi Parwata, 36 tahun, melihat puluhan ikan mabuk atau sempoyongan. Lalu sekitar pukul 21.00 WITA atau sekitar 3 jam kemudian ikan nila didapati mengapung dan mati.
Kejadian itu pun disampaikan kepada korban I Gede Putu Arif Novisa. Setelah beberapa menit kemudian banyak ikan menyusul mati hingga mencapai 600 kilogram. Melihat hal tersebut korban dan rekanya pun membersihkan ikan yang mati dan mengganti air kolam yang diduga tercemar racun hingga kolam kering.
Kemudian karena merasa dirugikan dan terjadi pencemaran lingkungan korban pun melapor ke Polsek Tabanan pada Minggu (28/7). Atas perbuatan tersebut ikan nila yang berumur 5 bulan dengan berat antara 200 - 250 gram mati dengan kerugian mencapai Rp 27 juta.
Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan setelah mendapat laporan dari warga pada Minggu siang polisi Polsek Kota langsung ke lokasi kejadian.
[pilihan-redaksi2]
Di lokasi kejadian polisi telah mengambil sampel berupa tanah didasar kolam, tanah didasar aliran sungai induk dan pintu masuk ke kolam serta tanah pada aliaran pembuangan air kolam. "Sampel tersebut sudah kami kirim ke Labfor cabang Denpasar untuk dilakukan penelitian," ujarnya.
Di lokasi kejadian polisi telah mengambil sampel berupa tanah didasar kolam, tanah didasar aliran sungai induk dan pintu masuk ke kolam serta tanah pada aliaran pembuangan air kolam. "Sampel tersebut sudah kami kirim ke Labfor cabang Denpasar untuk dilakukan penelitian," ujarnya.
Hanya saja dilihat dari ikan yang mati karena sempoyongan diperkirakan ikan tersebut keracunan. Bahkan saat dilokasi juga tercium bau menyengat dari dalam kolam.
"Hanya saja kami belum bisa memastikan, apakah air yang mengalir ke kolam tercemar atau bagaimana, ini belum diketahui. Sehingga saat ini kami masih lidik dan menunggu hasil laboratorium," tandas Iptu Budiarta. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026