Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Kemendikbud Jelaskan Soal Pentingnya Sistem Zonasi Pendidikan di Upacara HUT ke-74 RI
Sabtu, 17 Agustus 2019,
10:56 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy menyatakan, sistem zonasi merupakan kebijakan reformasi paradigma pendidikan, yakni pedidikan yang adaptif dengan perkembangan zaman.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikan saat berpidato di Upacara Peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019). "Reformasi pendidikan tersebut harus dilakukan melalui sistem zonasi. Kebijakan zonasi pendidikan diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas," kata Effendy di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan saat berpidato di Upacara Peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019). "Reformasi pendidikan tersebut harus dilakukan melalui sistem zonasi. Kebijakan zonasi pendidikan diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas," kata Effendy di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Effendy mengutip isi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR-RI, 16 Agustus 2019 . "Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri," kata Effendy.
Effendy mengatakan, isi pidato Presiden juga mengisyaratkan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia harus dimulai melalui penyediaan akses pendidikan yang merata, berkeadilan, berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan.
Dijelaskan Effendy, dalam rangka mendukung pembangunan tersebut, perlu adanya reformasi pendidikan. Salah satunya dengan kebijakan zonasi. Dengan adanya sistem zonasi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah, bahkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertingal. Hal tersebut senafas dengan visi Nawacita Presiden Jokowi yaitu "Membangun dari Pinggiran"
"Kebijakan zonasi bukan berhenti pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja melainkan akan meliputi penataan dan pemerataan guru pemerataan infrastruktur, berbagi sumber daya, pengintegrasianpendidikan formal dan non-formal, serta penataan ekosistem pendidikan," ujar dia.
Reformasi Pendidikan
Selain itu, kata Effendy reformasi pendidikan, untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia, juga berfokus pada pembangunan karakter dan melalui pemajuan kebudayaan.
[pilihan-redaksi2]
"Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan. Nilai-nilai Pancasila harusdihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," papar dia.
"Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan. Nilai-nilai Pancasila harusdihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," papar dia.
Menurut dia, untuk mewujudkan dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan," tutup dia. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7827 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3528 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026