Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Prajuru Pura Puseh Desa Adat Denpasar Gelar Pelatihan Pemangku dan Serati
Kamis, 29 Agustus 2019,
09:06 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Guna meningkatkan wawasan umat tentang penerapan konsep adat dan agama Hindu, Prajuru Pura Puseh Desa Adat Denpasar menggelar pelatihan tentang kepemangkuan dan serati (pakar upakara). Pelatihan dibuka secara umum dan tanpa pungutan biaya. Rencananya kegiatan sosial tersebut digelar 7 September 2019 mendatang dan akan diagendakan bertahap dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Pengempon Pura Puseh Denpasar, Jro Mangku Wayan Sujana saat dijumpai Selasa (28/8) di Pura Puseh Desa Adat Denpasar, Jalan Nusa Kambangan, Denpasar.
"Bagaimana menjawab agar biaya upacara dan upakara bisa dijangkau masyarakat bawah sekalipun, tanpa mengurangi literatur agama yang termuat dalam pustaka lontar sebagai sejarah keagamaan," ujar Pengempon Pura Puseh Denpasar, Jro Mangku Wayan Sujana.
Kata dia, gerakan ini merupakan inisiatif bersama sejumlah pengempon pura, yang bertujuan mengajak umat untuk turut memikirkan tantangan terhadap penerapan nilai-nilai adat dan agama pada era milenial. Menurutnya, pada era yang serba terbuka ini masyarakat akan sangat kritis untuk urusan agama. Pemangku dan serati dalam hal ini diharapkan dapat memberi literasi kepada masyarakat tentang implementasi tersebut.
Selama ini Jro Mangku Sujana memandang sosialisasi tentang adat dan agama sudah cukup gencar. Kendati begitu, gerakan yang berkelanjutan baginya perlu agar informasi tersebut dapat dipahami masyarakat.
Wakil ketua panitia Jro Mangku Pasek Budiarta mengatakan, pelatihan ini juga melibatkan unsur lembaga keagamaan PHDI. Keterlibatan PHDI yakni memberi acuan pelatihan sesuai literatur yang berlaku.
Hingga kini, sudah 70 orang pemangku yang mendaftar. Saat pelatihan, mereka akan mendapat informasi tentang inti-inti agama Hindu dan filsafat agama. Sedangkan serati, mereka akan mendapat informasi tentang upakara, sarana dan bahan upakara.
"Ini program selama tiga bulan, jadi peserta akan ikut pelatihan setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi waktu dua jam. Di awal pelatihan, mereka akan mengikuti upacara penyepuhan dulu," ujarnya.
Pasek menambahkan, di akhir pelatihan akan digelar "Pawintenan Dasa Guna" bagi peserta. Tahapan-tahapan itu digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran diri dan kesadaran spiritual peserta, sehingga pengetahuan yang diterima dalam pelatihan dapat diterapkan. Kedepan, kata dia, panitia berusaha konsisten menggelar pelatihan dan juga kegiatan keagamaan untuk meringankan beban masyarakat dalam penerapan nilai-nilai adat dan agama.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7745 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026