Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
PHDI Apresiasi Setahun Kepemimpinan Gubernur NTB
Jumat, 20 September 2019,
21:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Propinsi NTB, I Gede Mandra Msi mengapresiasikan setahun kepemimpinan Gubernur NTB Doktor Zulkiflimansyah dan Wakilnya Hajah Sitti Rohmi Djalilah. Dalam diskusi terbatas yang dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se NTB, Jumat (20/9).
[pilihan-redaksi]
Gede Mandra mengungkapkan harapannya. Duet Zul-Rohmi akan memiliki program monumental yang bisa dikenang oleh masyarakat NTB.
Gede Mandra mengungkapkan harapannya. Duet Zul-Rohmi akan memiliki program monumental yang bisa dikenang oleh masyarakat NTB.
"Tanpa maksud kami mau membandingkan gubernur yang satu dengan yang lain. Tapi setiap gubernur selalu memunculkan program monumentalnya," ujar Gede Mandra, seraya menegaskan 'NTB Gemilang' yang menjadi wacana Zul-Rohmi tidak sebatas slogan saja, tapi nyata.
Menurut Gede Mandra, setiap pemimpin senantiasa meninggalkan jejak pembangunan yang sifatnya monumental. Gede Mandra mencontohkan mulai pemerintahan Gubernur NTB era Gatot Suherman dengan program Gogo Rancah nya. Kemudian dilanjutkan dengan Pemerintahan gubernur Serinata yang membangun perusahaan Gerbang NTB Emas.
"Dan gubernur Doktor Tuan Guru Bajang, TGB M Zainul Majdi. Yang meninggalkan jejak pembangunan yang monumental yakni Islamic Centre," ungkap Gede Mandra, pada diskusi terbatas yang dihadiri juga para tokoh lintas agama di NTB.
Ketua Walubi, I Wayan Sianto pada kesempatan ini menyampaikan terkait dengan persoalan kehidupan keberagaman yang ada di NTB, khususnya keberagaman agama. "Kerukunan keberagaman itu perlu diciptakan. Karena kalau kerukunan beragama itu tidak ada, pasti akan terjadi ketidaknyamanan,"kata Wayan Sianto, menekankan bahwa soal agama itu adalah hal yang sensitif.
[pilihan-redaksi2]
"Nah ini perlu diperhatikan di kemudian hari. Kalau kami di tokoh agama sering bertemu, tapi di masyarakat itu masih kurang. Ini perlu diperhatikan," pungkasnya.
"Nah ini perlu diperhatikan di kemudian hari. Kalau kami di tokoh agama sering bertemu, tapi di masyarakat itu masih kurang. Ini perlu diperhatikan," pungkasnya.
Sementara Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), S Widjanarko menyampaikan catatannya bahwa pihaknya lebih banyak ikut serta dalam mendukung program Zul-Rohmi yakni NTB Gemilang yang sifatnya praktis dan langsung menyentuh masyarakat.
"Seperti waktu gempa Lombok lalu, kami bergerak membantu pengadaan 869 kantong darah," katanya singkat. Dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Profesor Saiful Muslim mengapresiasikan program Zul-Rohmi dengan beasiswa belajar ke luar negeri. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026