Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Divonis Ringan, Pengusaha Toko Emas Malah Banding
Kamis, 26 September 2019,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Majelis Hakim yang diketuai Made Pasek,SH.MH menjatuhkan hukuman kepada Siti Saodah, jauh dari kata setengah tuntutan JPU.
[pilihan-redaksi]
Wanita paruh baya ini diganjar hukuman 8 bulan penjara dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP. Wanita pemilik salah satu toko emas di Denpasar, melalui kuasa hukumnya memilih untuk banding atas putusan hakim yang 16 bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Wanita paruh baya ini diganjar hukuman 8 bulan penjara dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP. Wanita pemilik salah satu toko emas di Denpasar, melalui kuasa hukumnya memilih untuk banding atas putusan hakim yang 16 bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Hal yang sama juga disampaikan pihak Assri Susantina,SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut hukuman selama 2 tahun penjara atau selama 24 bulan.
"Mengadili terdakwa terbukti secara sah bersalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama delapan bulan," putus Hakim Pasek, Kamis (25/9) di ruang sidang Tirta PN Denpasar.
Sebagaimana dibacakan Jaksa dari Kejati Bali, itu disebutkan dalam dakwaan bahwa bergulirnya perkara ini dipersidangan, adanya laporan korban Abdul Azis Batheff yang mengaku dirugikan oleh terdakwa dengan adanya dua lembar bonggol cek senilai Rp 90 juta dan Rp 75 juta yang bertulisan “Komisi Azis” (Azis adalah saksi korban).
Korban sendiri mengaku tidak pernah menerima cek atau uang dari terdakwa. Terlebih tanah dan bangunan yang dijual adalah milik korban. "Bagaimana saya terima komisi, itu tidak mungkin karena itu tanah saya sendiri," sebut Jaksa dalam ungkapan saksi korban yang dituangkan dalam dakwaan.
Sementara dalam BAP (berkas acara pemeriksaan), dua lembar bonggol cek yang dijadikan bukti perkara perdata tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan kenyataan karena tulisan “Komisi Azis” adalah palsu karena saksi Azis tidak pernah menerima komisi atas penjualan sebidang tanah seluas 715 m2.
[pilihan-redaksi2]
Apalagi menurut saksi Azis, tanah seluas 715 m2 yang berlokasi di Jalan Letda Kajeng SHM 1376 adalah miliknya yang dibuktikan dengan akta PPJB nomor : 2 tanggal 5 Januari 2005 yang dibeli dari I Putu Widhiarsana Witana.
Apalagi menurut saksi Azis, tanah seluas 715 m2 yang berlokasi di Jalan Letda Kajeng SHM 1376 adalah miliknya yang dibuktikan dengan akta PPJB nomor : 2 tanggal 5 Januari 2005 yang dibeli dari I Putu Widhiarsana Witana.
Menurut Rizal Akbar selaku kuasa hukum pihak korban, dalam keterangan di muka sidang sebelumnya mengatakan bahwa dengan dikeluarkan dua lembar cek bertuliskan “Komisi Azis” patut diduga bahwa terdakwa sengaja ingin mengaburkan hak kepemilikan atas tanah dan bangunan 715 m2 yang berlokasi di Jalan Letda Kajeng SHM 1376 dari saksi korban.
Mengingat tanah itu, awalnya adalah milik H. Sahabudin (almarhum) yang tidak lain adalah suami terdakwa. Tanah itu, oleh Azis dijual kepada orang lain dan telah dilakukan pembayaran. (bbn/maw/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026