Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Urutan ke-8 Jumlah Investor Terbanyak di Indonesia

Jumat, 27 September 2019, 09:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/liputan6.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Sesuai data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Agustus 2019, Provinsi Bali menempati urutan ke-8 untuk jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia yaitu 20.430 investor. 
 
[pilihan-redaksi]
Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 10.007 investor berdomisili di kota Denpasar. Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Agustus 2019, telah mencapai sekitar 2.123.283 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.
 
Hal itu disampaikan Kepala Unit Pengembangan Layanan KSEI, Amrizal Arief, Kamis (26/9) di Renon, Kota Denpasar, Bali. “Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia dan kami berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi sehingga menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” jelasnya.
 
Melihat kondisi tersebut  KSEI ingin memfokuskan mengenai Fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G) yang telah diimplementasikan. Pengembangan AKSes Next-G meliputi proses Iog-in yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email. Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum. 
 
"Perubahan lain pada AKSes Next-G terdapat pada Iaman Beranda atau Home yang lebih dinamis dengan informasi yang lebih menarik dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headline berita atau artikel terkait pasar modal," jelasnya.
 
[pilihan-redaksi2]
Sebagai informasi, sepanjang 2018 KSEI telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek di pasar modal yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali Iipat dan mampu menangani hingga 3 juta investor. 
 
Selain itu dalam ini kami (KSEI) juga mengambil peran penting dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 hari (T +3) menjadi 2 hari (T +2), yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per 26 November 2018," ujarnya.
 
Dia menambahkan, selain itu peran KSEI sangat panting dalam proses tersebut karena penyelesaian transaksi pada 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+3 hari terakhir, yaitu hari Jumat, 23 November 2018 dan perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 hari pertama pada hari Senin 26 November 2018. (bbn/aga/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami