Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pelayaran Perdana Fery Badas-Surabaya, Transportasi Alternatif Lewati Lembar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Pelayaran perdana jarak jauh (long Distance) Fery oleh Kapal Fery KM Swarna Bahtera dari Pelabuhan Badas, Sumbawa ke Surabaya, akhirnya diresmikan, Minggu (29/9).
[pilihan-redaksi]
Diresmikannya jalur Badas Sumbawa ke Surabaya ini, menjadi solusi alternatif bagi arus transportasi yang ada melewati pelabuhan Lembar, yang jumlahnya mencapai 500 truk per hari.
Pada peresmian yang dilakukan Gubernur NTB, Doktor Zulkiflimansyah bersama Direktur Utama PT ASDP, Dr Ira Puspadewi, dan Bupati Sumbawa HM Husni Djibril Bsc di Pelabuhan Badas ini, pelayaran perdana Fery long Distance kemungkinan akan disusul pula kehadiran kapal-kapal lainnya.
Pelayaran Badas Sumbawa ke Surabaya dengan lama tempuh 25 jam dan biaya murah ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pariwisata pulau Sumbawa. Kehadiran pelayaran ini juga diharapkan mampu menciptakan pasar yang prospektif bagi kemajuan daerah.
Pelayaran perdana yang ditandai dengan penandatanganan MOU, antara Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa ini adalah sebagai salah satu langkah progresif mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
[pilihan-redaksi2]
Dirut ASDP Ira Puspadewi menyampaikan proses diskusi dibukanya pelayanan pelayaran Badas Sumbawa-Surabaya ini hanya berlangsung dua bulan. Sampai akhirnya pelayaran perdana kapal Fery KM Swarna Bahtera bisa dilakukan dengan sukses. Satu kapal ini katanya pasti tidak cukup. Namun akan dihadirkan lagi kapal-kapal lain, asal marketnya bisa dibuat.
Sementara dari Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril menjelaskan, pelayaran ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat. Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur NTB yang intens melakukan Komunikasi dengan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.
"Khususnya ini berita bagus untuk pengusaha lokal. Karena kalau masa panen tiba, mereka menunggu hingga 20 hari untuk masalah transportasi," ungkap Bupati. (bbn/lom/rob)
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan