Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putri Koster Harapkan Penyandang Disabilitas Tidak Dikucilkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Putri Koster selaku istri Gubernur Bali dan Ketua TP PKK Provinsi Bali menginginkan agar para penyandang disabilitas diberi ruang dan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam berkesenian.
[pilihan-redaksi]
"Jangan para penyandang disabilitas lantas dikucilkan dan dipisahkan dari mereka yang beruntung dikarunia fisik yang sempurna," ujar Ny Putri Koster saat memberi sambutan pada pembukaan Festival Kesenian Bali (FKB) Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (4/10/2019).
Mengawali sambutannya, Ny Putri Koster menyampaikan rasa haru dan bangga karena bisa hadir di tengah-tengah para seniman luar biasa. Menurut wanita yang dikenal sebagai seniman panggung ini, kemampuan berkesenian para penyandang disabilitas tak kalah dengan mereka yang dikaruniai kesempurnaan fisik.
"Kurangnya kan hanya sedikit yaitu di raga, sedangkan jiwa dan semangatnya belum tentu kalah," ujarnya.
Ibu dua putri ini menambahkan, dalam berkesenian, para penyandang disabilitas tak mesti seratus persen meniru mereka yang memiliki kesempurnaan fisik. Ia lantas mencontohkan salah satu jenis tarian yakni tari penyambutan panyembrahma yang di awal acara dibawakan oleh penari di atas kursi roda.
"Jika punya kekurangan di kaki, penari bisa menekankan gerakan tangan, kepala dan seledetan mata. Seperti yang dilakukan anak-anak tadi. Itu menjadi daya tarik luar biasa. Harus disiasati, karena kreativitas itu justru muncul karena keadaan," tambahnya.
Oleh sebab itu, ia mendorong para seniman disabilitas jangan pernah surut dalam mengasah kemampuan. "Yang punya bakat megambel, latih megambel. Yang berbakat menari, silahkan belajar menari," dorongnya.
[pilihan-redaksi2]
Pada bagian lain, Ny Putri Koster melontarkan ide pembangunan kampung disabilitas. Menurutnya, akan sangat luar biasa kalau Bali bisa mewujudkan sebuah tempat khusus bagi penyandang disabilitas, di mana semua kegiatan mereka dilaksanakan di sana.
"Bukan untuk memisahkan mereka, tapi di sana tempat mereka berkiprah, mengasah keterampilan dan ajang memasarkan hasil kreativitas mereka," paparnya.
Lebih dari itu, keberadaan kampung disabilitas akan mengoptimalkan upaya pengembangan potensi mereka. "Misalnya mereka butuh seniman untuk melatih, kita datangkan ke sana," ujarnya sembari berharap idenya itu bisa segera terwujud. (bbn/humasbali/rob)
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan