Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Polda NTB Musnahkan Bom Mortir Sisa Perang Dunia II
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemusnahan massal sejumlah barang bukti (BB) dan bahan peledak, dilakukan jajaran Polda NTB di Lapangan Mako Brimob NTB, Kamis (10/10).
[pilihan-redaksi]
Barang Bukti dan bahan peledak berupa granat nanas dan bom ikan serta detonator, sebagian merupakan peninggalan Perang Dunia II, serta hasil dari ungkapan masing-masing Polres seluruh NTB.
Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Nana Sudjana mengatakan, mengacu pada perintah Kapolri, dimana diketahui pada tanggal 4 September 2011 pernah terjadi ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak, di wilayah Polda Jawa Tengah.
"Yang kita pikirkan adalah dampak dari ledakan itu, apalagi kalau terjadinya dekat pemukiman penduduk," terang Irjen Nana.
[pilihan-redaksi2]
Oleh sebab itu papar Kapolda, melalui surat perintah Kapolri untuk Polda seluruh Indonesia, harus melakukan pemusnahan atau Disposal. Sehingga seluruh Polres di NTB mengumpulkan BB dan bahan peledak yang ada di masing-masing satuan kerja (satker). Lanjut dikumpulkan di Markas Dansat Brimob NTB.
Ada sekitar 2064 liter dari 2.000 detonator rakitan hasil pengungkapan. Kemudian 64 bahan peledak yang terdiri dari mortir dan pemilikan ini dilakukan pemusnahan. Disposal merupakan bahan peledak yang ada di Nusa Tenggara Barat. Dan rata-rata merupakan penemuan dari perang dunia dan sudah berusia ratusan tahun.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan