Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ini Penyebab Debit Air Danau Beratan Menurun 10 Meter
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kemarau panjang menyebabkan air Danau Beratan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan menurun drastis.
[pilihan-redaksi]
Penurunan hingga 10 meter hingga tanah bagian sisi danau terlihat. Meskipun demikian penurunan debit air tak mempengaruhui aktivitas wisata air di Danau Beratan.
Bagian Meru tumpang 3 atau pelinggih yang ada di tengah danau yang menjadi ikon Danau Beratan dasarnya terlihat. Biasanya kalau tidak musim kemarau, dasar dari pelinggih tersebut akan tenggelam oleh air.
Manager DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika menjelaskan penurunan air danau sudah terjadi sebulan lalu. Mengingat sejak empat bulan sudah tidak ada hujan turun.
"Penurunanya itu kira-kira mencapai 10 meter karena dasar dari Meru tumpang 3 kelihatan," ujarnya, Selasa (22/10).
Meski terjadi penurunan air tak sampai menggangu wisata air seperti bebek-bebekan yang ada di kawasan Danau Beratan. Namum dermaga yang terbuat dari kayu dasarnya kelihatan.
"Tidak sampai menganggu karena masih bisa untuk mengoperasikan bebek-bebekan. Kami hanya menggeser dermaga saja," imbuhnya.
Diakui Mustika, air Danau Beratan biasanya digunakan petani untuk menyiram sayuran. Utamanya petani yang ada di enam Desa adat. Diantaranya Desa Adat Kembang Merta, Desa Adat Candikuning, Desa Adat Pemuteran, Desa Adat Batusesa dan Desa Adat Abang.
Apalagi saat musim kemarau ini banyak petani memanfaatkan air danau. Petani akan menyedot air menggunakan mesin. Kemudian baru disemprotkan ke sayuran yang ditanam.
"Selain itu PDAM juga menggunakan air danau untuk kebutuhan sehari-hari yang sebagian digunakan oleh masyarakat di Kecamatn baturiti," terangnya.
Mustika menambahkan penurunan air secara drastis ini sebelumnya sempat terjadi sekitar 7 tahun lalu. Bagian sisi danau juga terlihat.
"Tetapi dengan penurunan tahun 2019 ini tidak sampai mengganggu aktivitas wisata dan kebutuhan air petani," tandasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan