Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Korupsi Dana IOM STPND
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Ditreskrimum Polda Bali kini menangani kasus dugaan korupsi dana Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) periode 2016-2017 di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua (STPND) sebesar miliaran rupiah. Polisi sudah menetapkan satu tersangka yakni berinisial DGNB (56).
[pilihan-redaksi]
Sejalan penanganan berlangsung, penyidik Ditreskrimum Polda Bali telah melimpahkan kasusnya ke Kejaksaan Negeri Denpasar.
“Ya benar, kasusnya sudah dilimpahkan, tapi baru P-19. Masih harus dilengkapi lagi. Tunggu kalau sudah P-21 (lengkap) pasti kami rilis,” tegas Kasubbdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, Selasa (29/10).
Selain itu, AKBP Wedanajati membenarkan bahwa penyidik sudah menetapkan 1 tersangka yakni berinisial DGNB.
“Dia menjabat Ketua. Korupsi terkait penggunaan dana IOM,” bebernya.
Sementara itu, DGNB ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Juli 2019 melalui surat Nomor S.Tap/32/VII/2019/Ditreskrimsus. Ia dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor terkait menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadinya.
Terungkap, DGNB dan tersangka lainnya diduga menggunakan dana IOM untuk beberapa kegiatan kampus, padahal sudah dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4534 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1608 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun