Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Alat Bantu Seks dari China Kini Menjamur di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Pengawas Pelayanan Bea dan Cukai Denpasar, pada Rabu (13/11/2019) pagi, memusnahkan ratusan barang elektronik dari mulai handphone, Tablet, mainan anak, pakaian anak, puluhan alat bantu seks (Sex Toys) untuk pria dan wanita, yang umumnya diperoleh melalui jual beli online (E-Commerce) dan pasar gelap.
[pilihan-redaksi]
Pemusnahan barang-barang illegal itu dilakukan dengan cara dipotong dan dibakar. Menurut Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Denpasar, Abdul Haris, ratusan barang elektronik yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan Operasi pasar selama bulan Januari hingga Agustus 2019. Selama 8 Bulan itu, Bea cukai berhasil menyita ratusan barang elektronik seperti HP, Tablet, yang disita karena melebihi batas jumlah (Kuantitas) pengiriman.
Dijelaskannya, barang elektronik tersebut masuk melalui jasa pengiriman atau tepatnya diperoleh melalui jual beli online dan dari pasar gelap. Termasuk, alat bantu Sex Toys alat yang kini sudah menjamur di Bali.
"Sex Toys ini asalnya dari Cina dijual beli melalui online, mereka transaksi melalui Lazada," bebernya.
Abdul Haris menerangkan, alat bantu Sex tersebut disita pihak bea cukai saat masuk melalui Bandara.
"Barang ini juga disita dari Pabean Pelabuhan Benoa, setelah kita cek melalui X-ray ternyata itu barang terlarang maka kita angkut," ungkapnya.
Ditambahkannya, sekarang ini banyak perdagangan melalui e-commerce yang melebihi batas aturan yang berlaku, seperti membeli kebutuhan pribadi lebih dari 2.
“Untuk itu, kami sudah memanggil para penyedia jasa pengiriman untuk sosialisasi mengenai aturan-aturan yang ada mana barang yang boleh dan jumlah yang boleh, jika melebihi kuantitas harus ada izin cukai," ungkapnya.
Selain barang elektronik, alat kesehatan dan kosmetik ilegal dari cina yang juga dimusnahkan, yakni 741 pcs alat kesehatan berbagai jenis,1.369 produk kosmetik berbagai merk,dan 4.246 alat lainnya seperti alat eletronik, pakaian, peralatan dapur.
“Total kerugian negara dari peredaran barang Ilegal ini ditaksir senilai Rp. 1,3 miliar,”ujarnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan