Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Lindungi Konsumen, Disdagperin Bali Awasi dan Uji Produk Baja Tulangan Beton
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Bali telah melakukan pengawasan terhadap produk baja tulangan beton yang beredar di Bali.
[pilihan-redaksi]
Dalam siaran persnya Rabu (20/11), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa menekankan kegiatan tersebut dilakukan guna melindungi konsumen agar memperoleh produk berkualitas.
"untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang tidak sesuai amanat Undang-Undang nomor 8 tahun 1999, kita pastikan produk tersebut sesuai SNI dan tidak kadaluarsa sehingga merugikan konsumen," Kata Astawa.
Lebih lanjut Astawa mengatakan, pengawasan ini juga dilakukan untuk mencegah praktik 'nakal' para penjual apabila menjual barang yang tidak sesuai standar, sehingga sangat merugikan konsumen.
Pengawasan yang menyasar toko bangunan di beberapa lokasi di seputaran Denpasar, Buleleng dan Gianyar tersebut selain menggunakan metode uji kasat mata seperti label SNI embos/huruf timbul, hingga diameter bahan, juga mencakup uji laboratorium pada produk baja tulangan beton. Pengujian tersebut dilakukan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Surabaya dengan 16 parameter pengujian.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan