Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kelola Sampah Jadi Listrik, Pemprov Gelar "Market Sounding" PSEL TPA Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Sarbagita Suwung terus digodok. Setelah melakukan konsultasi publik pada Jumat (25/10), Pemprov Bali menggelar penjajagan minat pasar (market sounding) Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) PSEL Sarbagita, Senin (2/12/2019) di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.
Market sounding KPBU PSEL Sarbagita dihadiri 31 investor yang tertarik menanamkan modal di bidang pengelolaan sampah. Menurut Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, kehadiran investor dalam kegiatan market sounding ini menimbulkan rasa optimisme dalam mewujudkan PSEL TPA Sarbagita Suwung.
Ia menyebut, persoalan sampah di TPA Suwung sudah terjadi berpuluh-puluh tahun dan sejumlah investor sempat terlibat dalam penanganan sampah di lokasi tersebut. Namun ternyata persoalan sampah TPA Suwung hingga saat ini tak kunjung teratasi. Oleh sebab itu, pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian memberi perhatian terhadap penanganan TPA Suwung melalui mekanisme KPBU.
“Untuk menuju ke arah itu, seluruh proses harus kita laksanakan termasuk kegiatan market sounding yang kita gelar hari ini,” ujarnya.
Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penawaran yang telah diajukan oleh para investor. Ia berharap, seluruh investor yang berminat bekerja sama mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
”Secara prinsip, saya ingin teknologi terbaik dalam penanganan sampah di TPA Suwung. Terbaik dalam artian efisien, ramah lingkungan, menghasilkan listrik paling banyak,” cetusnya.
Market sounding PSEL Sarbagita Suwung diisi dengan paparan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Haryo Bekti Martoyoedo, S.T., M.Sc. Haryo Bekti menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari para investor terkait skema kerjasama yang cocok dalam penanganan TPA Suwung. Menurutnya, permasalahan sampah di TPA Suwung tidak bisa diselesaikan jika menggunakan metode yang ada sekarang.
“Ke depan perlu lahan lagi, itu kan membutuhkan dana yang besar dan mencari lahan susah. Karena itu perlu ada pemahaman bersama bahwa ada satu metode baru untuk mengolah sampah,” kata Haryo.
Kegiatan market sounding dihadiri pula oleh Ketua Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana. Ia berharap, upaya kali ini menjadi yang terakhir dan bisa terlaksana.
Menurutnya posisi TPA Suwung yang berada di dekat bandara sangat vital untuk kelangsungan pariwisata Bali. Ia mengatakan pariwisata membutuhkan kebersihan.
“Mudah-mudahan ini yang terakhir dan harus ada hasilnya,” katanya.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1854 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun