Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Viral, Pengemis di Cina Terima Pembayaran Non-Tunai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menyiasati era modern, pengemis di Cina menggunakan pembayaran non-tunai bagi mereka yang ingin bersedekah tetapi tidak membawa uang tunai.
Dikutp dari Tempo.co, seperti pengalaman seorang teman Fazil Irwan baru-baru ini di Beijing yang diunggah ke Facebook pada 27 November 2019, viral dan dibagikan lebih dari 16 ribu kali.
Kisah berawal ketika teman Irwan dalam perjalanan untuk mencari tempat makan malam. Seorang pengemis mendekati dirinya untuk meminta uang.
Teman Faisal memberitahu wanita tua itu bahwa dirinya tidak punya uang tunai. Tujuannya juga untuk menolak secara halus kehadiran pengemis itu.
Pengemis perempuan itu bukannya pergi, malah mengeluarkan kartu dengan kode QR atau barcode untuk dipindai, sehingga uang ditransfer.
Lebih mengagetkan, pengemis ini mengatakan dirinya menerima bantuan dana melalui aplikasi WeChat yang populer di Cina.
Tak dapat mengelak, teman Irfan pun menyumbangkan dananya ke pengemis itu secara non-tunai. Isu tentang pengemis di Cina menggunakan aplikasi pembayaran non-tunai untuk mendapatkan uang, bukan isu pertama di Cina. China Daily melaporkan dua tahun lalu beberapa pengemis menggunakan barcode untuk mendapatkan sedekah uang non-tunai.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun