Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Wagub Cok Ace Harap Olahraga Kabbadi Bisa Dikenal Masyarakat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara resmi menyerahkan Piala Bergilir Gubernur Bali 2019 kepada Ketua Panitia Pelaksana Kejuaran Terbuka KABADDI 2019 yang akan diperebutkan oleh 6 Provinsi yang ada di Indonesia, penyerahan tersebut bertepatan dengan upacara pembukaan Kejuaran Terbuka KABADDI 2019 di Gor Lila Bhuana, Denpasar, pada Jumat (13/12).
Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace mengapresiasi penyelenggaraan perlombaan tersebut. Menurutnya Kabaddi merupakan olahraga yang lahir di India dan saat ini sudah diperlombakan pada tingkat internasional, untuk itu perlu bagi Provinsi Bali melalui Koni Bali untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat, tentunya melalui pembinaan, pembibitan dan pengembangan olahraga ini.
Sehingga ketika mengikuti even internasional, Bali sudah memiliki Atlet KABADDI yang siap berlaga dalam kancah internasional. Untuk itu, ia berharap perlombaan pertama ini merupakan langkah awal untuk mencari bibit unggul dalam cabang olahraga tersebut.
“Saya rasa perlombaan kali ini merupakan langkah awal dalam pencarian bibit berbakat untuk cabor ini dan selanjutnya saya harap KONI lebih melakukan pembinaan intensif terhadap para atlet”, pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kejuaran Terbuka KABADDI 2019 Made Sukawan mengungkapkan bahwa Olahraga tersebut sudah berumur lebih dari 4000 tahun, sudah menjadi aktivitas tradisional di peradaban India kuno, khususnya di kawasan Punjab, sebelum menyebar ke Andhra Pradesh, Uttar Pradesh, Karnataka, Kerala, Bihar, Haryana, Maharashtra, Telangana, hingga Tamil. Permainannya cukup sederhana.
Dua tim yang masing-masing berisi tujuh pemain bergantian menyerang. Durasi permainan dua kali 20 menit. Poin didapatkan jikalau si penyerang mampu menangkap pemain bertahan lawan. Tim yang bertahan juga bisa mencuri poin jika para pemainnya sanggup melumpuhkan penyerang lawan lebih dulu dengan beragam cara, termasuk pakai kaki.
Permainan ini mirip permainan tradisional Nusantara seperti permainan Benteng/Bentengan atau Gobak Sodor, dan gale-gale (bali) misalnya. Sedangkan untuk peserta yang mengikuti kejuaran tersebut, sebanyak 420 orang yang berasal dari 6 provinsi di luar Bali.
Ia berharap kejuaran tersebut nantinya dapat menjadi motivasi para atlet untuk lebih berprestasi dan juga memotivasi masyarakat lain untuk menggemari olahraga tersebut.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Poksi, Ketua Koni Bali, Serta undangan lainnya.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8022 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan