Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bali Waspadai Masuknya Wabah Flu Babi Afrika
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski belum ada laporan ternak babi yang mati akibat wabah flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan persiapan jika seandainya wabah yang menyerang babi ini terjadi di Bali.
"Kalau virus ASF masuk ke Bali, kami sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk mengatasi ancaman virus ASF. Kita sudah melakukan pelatihan dan ada simulasi jika nanti memang benar virus ASF sudah masuk Bali, sudah ada SOP siapa dan berbuat apa,"ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, dalam jumpa pers di Denpasar, Jumat (27/12/2019).
Untuk mengantisipasi masuknya wabah Flu Babi Afrika African Swine Fever (ASF) masuk ke Bali, Wayan Mardiana mengatakan pihaknya juga menerapkan larangan masuknya daging babi dari luar ke Bali.
"Kita sudah larang masuknya aneka produk olahan daging babi dari luar ke Bali, karena penularan virus ASF bisa terjadi dari sisa makanan berbahan daging babi. Ini sudah terjadi penularan dari China ke Philipina dan ke Timor Leste. Di Timor Leste wabah ASF bisa terjadi karena pekerja asal China membawa makanan dari daging babi seperti sosis, dendeng, daging burger, dan lainnya,"ujar Wayan Mardiana.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, kata Wayan Mardiana, juga melarang peternak babi memberi makanan ternak babinya dari sisa makanan yang dihasilkan dari hotel ataupun sisa makanan dari pesawat udara, terutama yang berasal dari wilayah terjangkit wabah Flu Babi Afrika.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bandara Ngurah Rai, Pelindo, Bea Cukai, Kepolisian, hingga ke gabungan pengusaha ternak babi, terkait larangan memanfaatkan sisa makanan yang dihasilkan dari pesawat udara yang berasal dari daerah terinfeksi virus ASF. Makanan sisa pesawat udara tidak boleh diberi ternak babi dan harus dimusnahkan,"tegasnya.
Jika masyarakat masih ada yang memanfaatkan sisa makanan untuk pakan babi, maka sisa makanan yang akan diberi ternak babi harus dimasak sempurna dengan suhu di atas 70 derajat celcius dengan harapan virus akan mati.
"Virus ini (Flu Babi Afrika) belum ada obatnya. Di China dan negara lain belum mampu menghasilkan obat untuk membunuhh virus ASF ini, jadi yang baru bisa dilakukan adalah tindakan pencegahan,"ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan