Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
20 Ribu Kembang Api Akan Meriahkan Langit GWK di Malam Tahun Baru
BERITABALI.COM, BADUNG.
20 ribu tembakan kembang api akan diluncurkan di area Garuda Wisnu Kencana atau GWK pada saat malam tahun baru 31 Desember 2019. Pesta kembang api ini diklaim sebagai pesta kembang api terbesar di Bali saat perayaan malam tahun baru 2019.
Pesta 20 ribu kembang api ini merupakan puncak rangkaian event akhir tahun di GWK Cultural Park. Acara bertajuk "Bali Countdown 2020-The Biggest Fireworks Show in Bali" ini merupakan pesta kembang api terbesar di malam tahun baru. 20 ribu tembakan kembang api berbagai jenis akan menyemarakkan langit GWK di Ungasan, saat malam pergantian tahun 2019 menuju 2020.
"Mulai jam sembilan malam kita mulai luncurkan yang gelombang pertama, mungkin kembang api yang ukurannya tidak besar, ukuran yang sedang dulu. Puncaknya nanti pas saat pergantian tahun kita luncurkan semuanya yang rencana mencapai 20 ribu tembakan kembang api," jelas Andre Prawiradisastra, Head of Division Marketing Communication and Event GWK, saat memberi keterangan pers di area Restoran Jendela Bali GWK, Sabtu (28/12/2019).
Pihak panitia menargetkan 10 ribu orang pengunjung dalam pesta kembang api menyambut tahun baru 2020 ini. Harga tiket masuk ke area pesta kembang api dipatok Rp 125 ribu. Selain pesta kembang api yang meriah, juga akan tampil hiburan musik Diskopantera, Feel Koplo, Joni Agung & Double T, serta sederet DJ kebanggaan Bali, yang akan mengiringi meriahnya malam pergantian tahun di GWK Cultural Park.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman