Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Kubu Karangasem Ditebas Bersimbah Darah di Bagian Wajah dan Punggung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
I Ketut Belongkoran, 70 tahun asal Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kubu Karangasem harus mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit akibat mengalami sejumlah luka tebas pada bagian wajah dan punggung.
Informasi yang diperoleh, peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu 28 Desember 2019 sekitar pukul 16.30 WITA. Saat itu, Korban sedang berada di tengah tegalan miliknya yang berada di sebelah timur rumah pelaku I Kadek Budiarta (30).
Saat sedang duduk - duduk, tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku dan langsung menebas punggung korban menggunakan pedang. Korban sempat berbalik arah namun naas pelaku kembali mengayunkan pedang dan mengenai bagian wajah korban.
Korban yang sudah bersimbah darah sempat berusaha untuk merampas pedang yang dibawa pelaku, sebelum akhirnya berlari menuju kerumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian untuk meminta pertolongan.
Kasat Reskirm Polres Karangasem, AKP. Losa Lusiano Araujo membenarkan peristiwa berdarah tersebut ketika dikonfirmasi pada Senin (30/12/2019).
"Ya benar, kejadiannya hari Sabtu lalu dan saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kubu," ujarnya.
Menurut AKP. Losa Lusiano Araujo, dari pemeriksaan awal motif pelaku melakukan aksinya karena menaruh dendam terhadap korban yang tidak memberikan akses jalan keluar masuk ke rumah pelaku.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan