Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sekda Indra: Dalam Penanggulangan Bencana Tidak Ada Tanggal Merah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memasuki tahun 2020, Bali akhir akhir ini menghadapi bencana cuaca ekstrim. Dampak yang timbul seperti hujan dengan intensitas tinggi, petir, gelombang pasang, tanah longsor, angin kencang hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Mencermati kondisi di atas, maka dilaksanakan apel siaga menghadapi bencana, pada hari Minggu, 5 Januari 2020 bertempat di halaman BPBD Provinsi Bali untuk memastikan kesiapan personil, peralatan dan logistik, sarana serta prasarana yang ada.
Sekretaris Daerah Prov. Bali (ex officio Kepala Badan BPBD), Dewa Made Indra didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali memimpin kegiatan yang dihadiri 157 staf, dan menyampaikan agar seluruh staf menjaga semangat dalam bertugas serta cepat merespon terkait kejadian bencana sebagai implementasi Code of Conduct lembaga penanggulangan bencana ini.
Ditambahkan pula bahwa Kecepatan sebagai kunci BPBD yang harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan didalam pelayanan penanggulangan bencana.
Bencana kapan saja dapat terjadi, sehingga kerjasama antar lembaga seperti TAGANA, PMI, BMKG, BASARNAS, PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan hingga BPBD Kabupaten/Kota untuk terus dipupuk dan ditingkatkan dalam kesiapsiagaan bencana.
"Tidak ada tanggal merah atau hitam, yang ada adalah tanggal hitam dalam penanggulangan bencana, karena urusan bencana urusan kita bersama, jadi harus terus siap siaga," tegas Dewa Made Indra.
Sebagai wujud penguatan jejaring kebencanaan, setelah apel siaga dilanjutkan dengan kunjungan ke BPBD Kabupaten Badung, BPBD Kota Denpasar dan Basarnas di Jimbaran. Secara umum seluruh lembaga sangat siap baik personil, logpal dan sarpras dalam menghadapi bencana.
Dari rangkaian kegiatan pada saat itu, Dewa Made Indra mengimbau seluruh masyarakat Bali untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadap cuaca ekstrem sesuai perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, serta diharapkan masyarakat dapat melakukan upaya mandiri (evakuasi dan menghindar) jika ada potensi ancaman bencana.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan