Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Kemampuan Keuangan Daerah Karangasem Tahun Ini Dipastikan Rendah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Banyak potensi yang dimilili Kabupaten Karangasem selama ini belum tersentuh secara maksimal hingga menjadi salah satu penyebab merosotnya pendapatan asli daerah (PAD) karangasem.
[pilihan-redaksi]
Kondisi ini praktis berpengaruh terhadap Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) hingga bisa dipastikan di tahun 2020 ini, KKD Kabupaten Karangasem rendah. Hal ini menjadi perhatian serius pihak legislatif, pasalnya rendahnya KKD ini tanpa sepengatahuan dewan, bahkan dalam rapat kerja gabungan dewan dengan tim TAPD yang berlangsung siang Selasa (14/01/2020) Dewan Karangasem menyayangkan kenapa kondisi tersebut tidak disampaikan kepada legislatif sehingga dulu bisa dicarikan jalan keluar.
"Semestinya ini disampaikan kepimpinan pada saat itu sehingga bisa dicarikan jalan keluar, tidak seperti sekarang kami yang menganggarkan kami yang kena," kata Komang Sartika dari fraksi Partai Golkar.
Disamping itu, Dewan juga membandingkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Klungkung, jika dilihat dari sisi potensi, Karangasem jelas memiliki potensi lebih banyak, baik itu dibidang pariwisata maupun disektor Galian C.
"Klungkung saja sekarang punya target PAD besar dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida," kata Wayan Tama yang juga dari fraksi Golkar.
Senada dengan, politisi dari fraksi PDIP, I Nengah Songkod, menurutnya Karangasem memiliki potensi yang jauh lebih banyak dari Kabupaten lainnya. Seperti misalnya galian C, di Bali bisa dikatakan hanya Karangasem saja yang mamilikinya sehingga jika ini benar - benar dikelola tentunya bisa berdampak positif terhadap PAD Karangasem.
Rekan separtainya, Nyoman Winata juga tak kalah kerasnya berkomentar, ia berpendapat penyebab rendahnya KKD Karangasem adalah kebocoran disektor pajak seperti galian c dan pariwisata hingga berimbas terhadap merosotnya pendapatan asli daerah.
"Di sektor galian C banyak bocor di faktur kalo bisa pakai portal online untuk cegah kebocoran," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TAPD yang juga selaku Pejabat Sekda Karangasem I Gede Darmawan yang hadir dalam kesempatan tersebut ditemani Kepala BKAD Karangasem Sujana Erawan mengatakan, terkait dengan KKD pihaknya juga kaget mengetahui KKD yang rendah.
Menurutnya tinggi rendahnya KKD itu semua tergantung pada pendapatan asli daerah (PAD). Kendati demikian, Darmawan mengatakan kedepan pihaknya berkomitmen akan membngunan komunikasi yang lebih inten dengan DPRD.
"Kita sepakat dengan semua usulan tersebut, kedepan kita berkomitmen menjalin komunikasi antara eksekutif dan legislatif lebih intensif lagi," terang Darmawan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan