Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Matakin Bali: Ucapan Imlek "Gong Xi Fa Cai" Kurang Tepat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Saat perayaan tahun baru Imlek, umumnya banyak yang saling memberi ucapan "Gong Xi Fa Cai". Tetapi ternyata ucapan yang sudah akrab di telinga tersebut ternyata tidak tepat. Lalu bagaimana ucapan selamat tahun baru Imlek sebenarnya?
"Secara keagamaan Khonghucu, lebih tepat jika mengucapkan "Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi" yang artinya selamat berbahagia di tahun yang baru, berlaksa perkara tercapai sesuai harapan. Bisa ditambahkan lagi satu yakni " Shenti Jian Kang" yang artinya semoga selalu sehat walafiat," ujar Ketua Majelis Tinggi Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Bali, Adinatha, Rabu (22/1/2020).
Atau, lanjutnya, lebih cocok dengan ucapan yang sesuai dengan ajaran leluhur agama Khonghucu yakni Sin Cun Kiong Hi, Thiam Hok Thiam Sioe yang berarti, "Selamat menyambut Musim Semi, tambah umur tambah kebahagiaan".
Pihaknya menjelaskan, ucapan Gong Xi Fa Cai cenderung tendensius bagi pihak tertentu yang ingin diberikan harapan agar orang yang kaya bisa tambah sukses dan pengharapan dari pemberian ucapan itu warga golongan yang tidak mampu secara ekonomi agar diberikan angpao. Hal ini, menurutnya lebih mirip seperti pengusaha di Hong Kong yang menggunakan selamat imlek dengan kata "Gong Xi Fa Cai" (Khung Hey Fat Choy) yang arti sebenarnya adalah "Selamat menjadi kaya".
"Padahal sudah jelas jika kita mau kaya, ya harus berusaha," tandasnya.
Secara singkat ia menjelaskan, sejarah perayaan tahun baru Imlek sendiri merupakan perayaan hari kelahiran Nabi Kongcu. Dimana beliau bersabda pada keluarga kerajaan Dinasti Shia bahwa untuk memulai tahun baru dilaksanakan pada saat mulai musim semi. Pertimbangannya saat musim itu, para bertani sudah mulai beraktivitas setelah sebelumnya musim salju. Sehingga tidak heran jika perayaan Imlek juga dirayakan bersamaan dengan tahun baru petani.
Adinata menolak anggapan jika perayaan Imlek dianggap perayaan etnis tertentu seperti Cina. Karena sejak era Presiden Gus Dus aliran kepercayaan Khonghucu diakui sebagai sebuah agama sama seperti agama lainnya.
Terkait adanya pihak yang masih ingin menggunakan ucapan "Gong Xi Fa Cai", pihaknya tidak keberatan, namun ia hanya menganjurkan bahwa yang lebih tepat dan bijak adalah "Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi".
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2821 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun