Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Di Tabanan Babi Mati Sudah 537 Ekor, Peternak Jual Murah Babinya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jumlah babi mati di Tabanan mencapai 537 ekor. Belum pastinya penyebab kematian babi menjelang Hari Raya Galungan ini membuat masyarakat, khususnya yang memiliki peternakan rakyat panik.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suamba mengatakan, terkait hasil laboratorium sampel babi dari Veteriner diakui belum sampai ke pihaknya. Waktunya pun belum diketahui sampai kapan akan diuji.
"Belum ada sampai ke meja saya apa sudah ada atau gimana. Saya benar-benar saja bilang kalau ada ya ada. Artinya info belum ada dari provinsi," ujarnya, Rabu (5/2).
Diakui Sumba sembari menunggu hasil lab, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menyebar tim. Dikatakan untuk saat ini belum ada penambahan jumlah babi yang mati.
"Belum ada penambahan, kita sudah sebar tim, sudah kasi blanko tapi belum ada laporan penambahan babi mati. Tadi terakhir di Desa Gadungan (Selemadeg Timur) sosialiasi," tegasnya.
Untuk saat ini kecamatan yang belum terkena virus babi mati masal yakni tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pupuan, Baturiti dan Selemadeg.
"Pupuan belum, Baturiti dan Selemadeg juga belum," akunya.
Dengan adanya kematian babi ini sejumlah warga yang berternak babi dilanda kepanikan. Ada yang menjual babi secara murah serta hanya melalukan sanitasi di kandang dengan harapan kemamatian babi mereda.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5046 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2161 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 873 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan