Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jadi Rujukan Penurunan Angka Stunting, Buleleng Dikunjungi Pemkab Fakfak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabupaten Buleleng menjadi rujukan penurunan angka prevalensi stunting di wilayah Indonesia Timur berdasarkan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2018.
[pilihan-redaksi]
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buleleng. Rombongan Kabupaten Fakfak dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Dr. Drs. Mohamad Uswanas, M.Si dan diterima oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Senin (10/2).
Ditemui usai menerima rombongan, Wabup Sutjidra menjelaskan Buleleng ditetapkan sebagai rujukan penurunan angka prevalensi stunting pada Rakerkesda tahun 2018 dari Kementerian Kesehatan. Bagaimana upaya Pemkab Buleleng untuk menurunkan angka prevalensi stunting tersebut. Penurunan angka prevalensi stunting pun sangat signifikan terjadi.
“Oleh karena itu, Pemkab Fakfak, Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.
Rombongan ingin mengetahui bagaimana penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng. Upaya-upaya yang dilakukan PEmkab Buleleng telah dipaparkan secara gamblang dihadapan rombongan Pemkab Fakfak.
Dari upaya tersebut, terjadi penurunan yang signifikan. Tahun 2013, angka prevalensi stunting mencapai 35-36 persen. Sampai pada tahun 2019, angka prevalensi stunting di bawah rata-rata nasional dimana berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai 37,2 persen.
“Sehingga Kementerian Kesehatan menjadikan Buleleng sebagai rujukan nasional,” ujar Wabup Sutjidra.
Senada dengan Wabup Sutjidra, Bupati Fakfak, Papua Barat, Dr. Drs. Mohamad Uswanas, M.Si menyebutkan dirinya beserta jajaran terkait mempelajari upaya Pemkab Buleleng untuk menurunkan angka prevalensi stunting karena sudah menjadi rujukan nasional. Pihaknya ingin mempelajari percepatan penurunan angka prevalensi stunting yang sudah dilakukan. Upaya-upaya yang dilakukan pun sudah diakui secara nasional untuk wilayah Indonesia Timur.
“Contoh-contoh dan upaya yang bagus tersebut akan kita terapkan di Fakfak setelah kunjungan kerja ini dan mungkin juga di kawasan Indonesia Timur lainnya. Apalagi penurunan ini merupakan gerakan secara nasional,” sebutnya.
Bupati Kabupaten Fakfak yang merupakan bupati pertama asli Fakfak menambahkan sangat terkesan dengan Kabupaten Buleleng. Kabupaten di ujung utara Bali ini menurutnya merupakan daerah yang besar. Buleleng juga menjadi awal peradaban dan sejarah Indonesia karena ibu proklamator RI, Ir. Sukarno berasal dari Buleleng. Oleh karena itu, semua hal yang psitif ingin dipelajari dan diaplikasikan di Kabupaten Fakfak.
“Saya optimis Buleleng akan menjadi daerah yang besar. Karena orang-orang penting di Bali sebagian besar berasal dari Buleleng dan potensinya sangat luar biasa,” harap Mohamad Uswanas.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2037 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun