Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dilanda Virus Corona, Pelaku Properti Akui Saat Ini Masa Sulit Ekonomi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca wabah virus corona di negara China yang akhirnya berimbas stop kunjungan wisatawan tiongkok ke Bali belum berdampak signifikan di bidang properti.
[pilihan-redaksi]
Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Bali, Pande Agus Permana Widura, menyampaikan memang terindikasi terjadinya penurunan di bidang properti dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, menurutnya, lebih dilihat secara makro ekonomi di luar isu virus Corona.
"Tetap harus kita akui bersama, bahwasanya memang saat ini merupakan masa-masa ekonomi sulit juga," katanya.
Dalam kodisi tersebut, lanjutnya, tentu harus lebih kreatif lagi terutama dalam rangka menarik pasar. Dia menyebut salah satunya seperti melakukan inovasi-inovasi khususnya pada desain-desain rumah yang dibangun.
"Meski demikian, tetap tergantung bagaimana kami selaku developer menyiasatinya dalam kondisi seperti saat ini. Ya, salah satunya dengan cara melakukan inovasi-inovasi baru. Seperti, desain rumah dibuat semenarik mungkin. Dengan alasan, agar lebih menarik lagi minat pasar yang ada saat ini," jelasnya.
Setidaknnya, kata dia, dunia harus segera mengambil langkah-langkah pencegahan lebih massif juga. Jika ini terus berlangsung, lanjutnya, tentu nantinya akan berimbas pada bidang bisnis lain selain bidang bisnis pariwisata juga serta, tidak menutup kemungkinan pada bidang sektor bisnis properti juga.
"Jika seandainya kondisi terus berkelanjutan, tentu pariwisata yang akan terpukul. Kemudian baru diikuti oleh sektor-sektor bisnis lainnya. Pasti akan berimbas ke bidang bisnis properti nantinya. Karena jika dilihat 70% penduduk Bali sangat tergantung pada sektor Pariwisata. Tentu semuanya ini sangat tergantung bagaimana dunia nantinya mampu mengatasi virus Corona tersebut," ujarnya.
Dia mencontohkan, jika dilihat saat ini di Bali yang paling merasakan dampaknya, kemungkinan adalah para insan-insan pariwisata. Terutama insan pariwisata, yang mengambil market China.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan