Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI di Kapal Diamond Princess
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut, pihaknya akan melakukan penanganan satu per satu, terkait evakuasi WNI di Kapal Pesiar World Dream sebanyak 118 orang yang berkerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan nasib WNI di di kapal Diamond Princess.
[pilihan-redaksi]
Kekinian, kata Muhadjir, pemerintah masih bernegosiasi dengan pemerintah Jepang terkait pemulangan WNI di Kapal Diamond Princess.
"Nanti kami tangani satu persatu. Yang sekarang ini yang sudah mengapung-ngapung harus segera kita tangani dan selesaikan dan kalau sekarang kan masih ada pemerintah Jepang. Dan sekarang masih negosiasi dengan pemerintah Jepang. Bagaiamana supaya warga negara di sana bisa ditangani," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2020).
Muhadjir menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta agar ada antisipasi munculnya epicentrum baru virus Corona Covid-19. Namun hingga kekinian, pemerintah masih berupaya menyelamatkan para WNI tersebut.
"Intinya kita harus tangani satu persatu, dan kita juga tadi Bapak Presiden kita harus membentuk kemungkinan terjadinya epicentrum baru. Dan kita harus menyelamatkan WNI kita. Dan Alhamdullilah masih dalam keadaan zero dan harus kita syukuri dan kita jaga," sambungnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan