Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pelukatan Beji Solas Lebur "Dasa Mala" Dalam Diri Manusia
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Di wilayah Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem terdapat satu tempat melukat (Pembersihan-red) yang bernama Beji Solas.
[pilihan-redaksi]
Sesuai dengan namanya "Beji Solas" di lokasi pelukatan yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan utama Desa Duda tersebut terdapat 11 buah pancuran dimana setiap pancoran dikatakan masing-masing memiliki satu mata air yang berbeda dengan air yang sangat dingin dan jernih.
Konon banyak warga dari luar Karangasem datang jauh-jauh untuk melukat di Beji Solas ini karena dipercaya selain sebagai tempat melukat juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit non medis.
"Banyak yang datang kesini dari luar Karangasem untuk melukat sambil "metambe" (memohon kesembuhan) padahal untuk di Karangasem sendiri tidak banyak yang tahu tentang keberadaan pelukatan ini," ungkap Putu Joni salah satu tokoh masyarakat Desa Duda beberapa waktu lalu.
Di desa Adat Duda keberadaan Beji Solas ini memiliki peranan penting dalam kaitannya dengan pelaksanaan upacara Usaba Goreng yang berlangsung setiap tahunnya. Dari sisi spiritual, Beji Solas merupakan lokasi berlangsungnya ritual mesucian Ida Bhatara saat upacara Usabe digelar.
Selain ritual Mesucian Ida Bhatara, pada saat rangkaian usaba goreng tepatnya hari pemeosan pertama warga Desa Adat yang memiliki balita yang sudah memasuki usia 6 bulan atau satu oton diwajibkan untuk melakukan ritual melukat di Beji Solas ini sebelum pertama kali diajak melakukan persembahyangan kepura puseh.
Setelah melukat, siangnya orang tua beserta anak kemudian datang ke Pura untuk ngaturang pejatian ke Pura Puseh.
"Ritual ini sebagai simbolis secara sekala bahwa anak tersebut sudah menjadi krama baru atau mulai tercatat sebagai warga Desa Adat Duda," terang Penyarikan Desa Adat Duda, I Wayan Wirta ditemui beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Wirta juga menjelaskan berdasarkan keyakinan warga, dengan melukat di Beji Solas mampu memperoleh keheningan dan ketenangan jiwa, serta membersihkan segala kotoran mala yang ada di dalam tubuh baik secara sekala maupun niskala.
"Sesuai namanya Beji Solas memiliki filosofi tentang membersihkan 10 Mala yang membuat leteh (kotor-red) manusia. Dari anggka 10 mala kita tambahkan satu untuk membersihkannya," ujarnya.
Sementara itu, untuk warga yang ingin datang melukat ke Beji Solas bisa langsung datang cukup hanya dengan membawa banten pejatian dan segehan. Perlu diketahui sebel prosesi melukat, warga yang datang harus mandi dulu luar areal Beji Solas.
Setelah mandi barulah kemudian proses pelukatan bisa dilakukan dengan mengawali dari pancuran yang berada paling selatan.
Namun ada catatan khusus bagi warga yang datang untuk melukat agar tidak dalam kondisi cuntaka seperti datang bulan atau cuntaka yang lain seperti pada umumnya. Karena sempat patangan ini dilanggar dan akibatnya air dari kelebutan berhenti mengalir selama beberapa waktu.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan