Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Corona di 54 Negara, 40 Ribu Pesanan Kamar Hotel di Bali Batal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dampak virus corona terhadap sektor pariwisata dalam negeri benar-benar dirasakan para pengusaha. Puncak kunjungan wisatawan mancanegara yang biasanya terjadi pada awal tahun, kini sebaliknya sepi. Ini karena banyak pembatalan ribuan pemesanan kamar hotel.
[pilihan-redaksi]
Ketua Umum Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani memberi contoh, potensi terbesar yang sudah pasti hilang adalah kunjungan turis China. Tahun lalu, terdapat 2 juta kunjungan turis China ke Indonesia.
"Itu berarti sekarang hilang. Dan mereka berkunjung ke Indonesia itu peak season-nya awal tahun karena Chinese New Year. Nah itu bisa dibayangkan per hari mereka itu rata-rata kedatangannya 3.000 selama bulan Januari sampai Maret. Nah ini sama sekali sekarang sudah nol kan berarti, karena nggak ada pesawatnya," katanya di sebuah acara di Jakarta, Jumat (28/2/20), dilansir dari CNBC Indonesia.
Ironisnya, hal serupa juga diikuti oleh wisatawan mancanegara dari negara selain China. Dia menyebut, persentase anjloknya kunjungan wisata beragam di beberapa destinasi.
Dalam catatannya, untuk Batam dan Bintan, tingkat keterisian hotel pada Januari dan Februari 2020 turun 30-40% jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata okupansi atau tingkat keterisian saat ini anjlok hanya berkisar 20-30%.
Saat ini karyawan bahkan banyak yang diminta untuk mengambil cuti. Menurutnya, kondisi ini akan memburuk jika sampai bulan April masih terjadi
penurunan okupansi.
Selanjutnya, di Bali penurunan okupansi berkisar 60-80%, khususnya didaerah favorit Turis China yaitu Nusa Dua, Tuban dan Legian, Kuta. Hal ini juga disebabkan karena Turis China merupakan kontribusi wisman terbesar di Bali.
Rata-rata okupansi hotel saat ini hanya mencapai 30-40% dari kapasitas hotel. Okupansi hotel di daerah Ubud dan Sanur mengalami penurunan sebesar 20-30% karena di daerah tersebut didominasi oleh Turis Eropa dan Australia.
Bahkan sudah terjadi 40.000 pembatalan kamar hotel dengan total nilai kerugian sebesar Rp 1 triliun. Tak hanya itu, wisatawan dari Vietnam dan Thailand juga terjadi penurunan drastis. Di Bali, fenomena anjuran cuti bagi karyawan hotel juga terjadi.
Di Manado, biasanya tercatat 70% Turis yang masuk adalah dari China. Saat ini, occupancy drop 30-40% dibandingkan sebelumnya. Hal ini membuat kamar hotel hanya terisi pada kisaran rata-rata di tingkat 30%
Destinasi wisata yang relatif tak terdampak hanya ada di Jawa dan Makassar. Hal ini disebabkan masih aktifnya pergerakan wisatawan domestik, khususnya kegiatan pemerintah yang masih memberikan kontribusi terhadap occupancy hotel.
"Kalau Jawa lebih stabil karena turisnya relatif pergerakan domestik lebih besar," katanya.
Sejauh ini sudah ada 54 negara di seluruh dunia yang terkonfirmasi memiliki virus tersebut, namun Indonesia bukan salah satunya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan