Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Ogoh-Ogoh Berbahan Bekas Diiringi Gambelan dan Instrumen Barang Bekas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Nama I Gusti Lanang Mantra tentunya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga, seniman asal Rendang, Karangasem ini kerap membuat karya seni dengan menggunakan sampah atau barang bekas sebagai bahan utamanya.
[pilihan-redaksi]
Biasanya ia membuat berbagai busana seperti gaun terbuat dari bahan-bahan bekas seperti karung bekas, kardus, hingga sampah sisa upakara seperti canang, sampyan, lamak dan yang lainnya.
Namun kini, pria yang akrab disapa Lanang Mantra tersebut kembali mencoba membuat satu karya berbahan dasar bahan bekas.
Bekerja sama dengan STT Kriyaduta, Banjar Buyan, Desa Menanga, Rendang, Karangasem, mencoba membuat ogoh - ogoh berbahan barang bekas.
"Kita mulai pengerjaan sekitar empat hari lalu bersama STT Kriyaduta, kita kumpulkan barang bekas dulu seperti botol minuman dan benda - benda lainnya," ujar Lanang Mantra saat ditemui, Kamis (12/03/2020).
Rencananya ogoh - ogoh dengan tinggi sekitar 3 meteran tersebut seluruh bagiannya akan menggunakan barang bekas, seperti bagian lekuk tubuh misalnya, Lanang Mantra memakai jaring bungkus apel dengan cara dibungkus menggunakan koran bekas serta potongan kain bekas yang diperoleh dari sejumlah tukang jahit.
Yang agak rumit, pada bagian tubuh ogoh - ogoh yang didesain berbentuk naga tersebut seluruhnya akan dibalut sisik dari bahan gelas plastik minuman ringan yang sebelumnya dipungut oleh anggota STT.
Disamping itu, seluruh hiasan berupa manik - manik, gelungan, bagian kalung hingga sayap dan pakaian ogoh - ogoh juga dibuat dari barang - barang bekas dengan pengerjaan ditarget selesai hingga 10 hari kedepan.
"Kalo pengerjaannya biasa saja, yang susah itu idenya, mau diapakan barang bekas ini sehingga kelihatan bagus," jelas Lanang Mantra.
Selain ogoh - ogoh berbahan barang bekas, gambelan yang akan mengiringi nantinya juga sedikit berbeda, menurut Ketua STT Gede Panca Septiantara, pihaknya menyiapkan kolaborasi gambelan baleganjur dengan beberapa barang bekas seperti galon, gentong plastik dan drum bekas.
"Gambelan ini juga nantinya mengiringi fragmen tari dengan tema edukasi tentang peduli sampah yang berdurasi sekitar 15 menit," terang Gede Panca.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan