Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Malaysia "Lockdown": Sekolah dan Masjid Tutup, Turis Dilarang Masuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Negara Malaysia akan menerapkan perintah pembatasan gerakan nasional yang akan berlaku mulai Rabu (18/3/2020) besok, kata Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.
[pilihan-redaksi]
Muhyiddin mengumumkan kebijakan tersebut dalam pidato khusus tentang langkah-langkah pemerintah Malaysia untuk menangani wabah virus corona baru atau Covid-19 pada Senin (16/3/2020) malam, seperti dikutip Kantor Berita Bernama sebagaimana dilansir Kantor Berita Anadolu.
Dia menekankan bahwa pemerintah mengambil langkah serius menghadapi pandemi virus korona yang telah menyebar ke 135 negara di seluruh dunia dengan mengambil langkah-langkah yang lebih drastis untuk mengekang penyebaran infeksi. Pembatasan akan dilaksanakan hingga 31 Maret 2020.
Berikut ini beberapa ketentuan dalam kebijakan lockdown Malaysia, seperti dikutip dari pernyataan tertulis pemerintah Malaysia:
1. Menghentikan semua acara keagamaan, olahraga, dan perkumpulan sosial serta budaya. Semua ruang publik terkait urusan bisnis dan keagamaan juga akan ditutup. Pengecualian diberikan untuk toko makanan, kebutuhan pokok, pasar.
2. Larangan bepergian ke luar negeri bagi semua warga Malaysia. Mereka yang baru datang dari luar negeri diharuskan mengisolasi diri sendiri. Semua turis dan pendatang dilarang masuk ke Malaysia.
3. Semua sekolah negeri dan swasta, termasuk taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, dan institusi pendidikan lainnya ditutup. Semua universitas negeri dan swasta juga ditutup, termasuk pusat latihan dan ketrampilan.
4. Penghentian aktivitas seluruh agensi pemerintah dan perusahaan swasta, kecuali layanan-layanan penting seperti air dan listrik, telekomunikasi, jasa pengiriman, transportasi, bahan bakar, gas, minyak, penyiaran, perbankan, institusi kesehatan, farmasi, dinas pemadam kebakaran, pelabuhan, bandara, penjara, layanan kebersihan dan rantai penyaluran makanan.
"Kita semua telah melihat peningkatan jumlah kasus covid-19 secara mendadak di beberapa negara lain. Sudah pasti saudara-saudara sekalian tidak menginginkan hal tersebut terjadi di Malaysia," ungkap PM Muhyiddin dalam keterangan tertulis yang diterima awak media.
"Tindakan drastis diperlukan untuk menekan penularan virus ini. Inilah satu-satunya cara untuk menghindari lebih banyak warga yang terjangkit di negara ini," kata Muhyiddin.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7260 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2378 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan