Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Buleleng Pantau 300 Santri yang Kembali Pulang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 300 orang warga Buleleng yang menjadi santri dari beberapa pondok pesantren daerah wilayah Jawa Timur kembali pulang ke Buleleng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng telah melakukan penjemputan dan pemantauan terhadap 300 santri tersebut dan tetap menghimbau untuk melakukan karantina mandiri.
[pilihan-redaksi]
Kepulangan tersebut terungkap saat Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penanganan Covid-19 Buleleng menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting dari ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Gede Suyasa menjelaskan ia sudah menerima data bahwa ada ratusan santri yang akan masuk ke wilayah Buleleng pada tanggal 1 dan 3 April 2020. Kedatangan tersebut sudah dikoordinasikan dengan para camat masing-masing untuk melakukan pemantauan terhadap para santri ini yang belajar di Jawa Timur tepatnya di Situbondo. Mereka pulang karena di daerah tersebut juga ada penanganan Covid-19 yang menyebabkan tidak ada proses belajar mengajar.
“Jadi semuanya harus pulang. Mereka warga Buleleng yang belajar di daerah tersebut,” jelasnya.
Pemantauan secara ketat pun dilakukan. Di Pelabuhan Gilimanuk, suhu tubuh mereka dicek menggunakan thermo gun. Semuanya bisa melewati pengecekan suhu tersebut. Sampai di tempat penurunan, semuanya disemprot desinfektan, kemudian didata dan dibagi dengan beberapa kecamatan diantaranya Seririt, Buleleng, Gerokgak dan Sukasada.
“Semuanya dijemput di tempat penurunan oleh para camat bersama TNI, Polri dan Satgas Covid-19 di desa masing-masing. Sehingga diharapkan semua santri melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” ujar Gede Suyasa.
Suyasa menambahkan jumlahnya sekitar 300an orang antara tanggal 1 April dan 3 April 2020. Jumlah tersebut terdiri dari putra dan putri. Santri putra akan masuk pada tanggal 1 April 2020. Sedangkan, santri putri akan masuk pada tanggal 3 April 2020.
“Jadi jumlahnya kurang lebih sekitar 300an orang. Kita akan terus pantau santri-santri tersebut selama karantina mandiri selama 14 hari,” imbuhnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7756 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan