Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Anggaran Rp18 M untuk Covid-19, Jembrana Siapkan 5.000 Rapid Test bagi ODP
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menanggulangi penyebaran covid-19, Pemkab Jembrana mulai melakukan rapid test untuk memeriksa orang yang terinfeksi.
[pilihan-redaksi]
Pemeriksaan ini akan diprioritaskan untuk tenaga medis yang sering bersentuhan dengan pasien gejala corona. Tes juga diutamakan kepada warga yang memiliki gejala klinis seperti demam tinggi, batuk, pilek, sesak dan punya riwayat bepergian ke daerah terjangkit dan mereka yang dianggap rentan terpapar covid-19.
“Kita utamakan tenaga medis karena mereka paling berisko tertular. Rapid test juga sebagai screening awal untuk memutuskan tindakan bagi orang yang memiliki gejala klinis. Termasuk untuk memperluas cakupan orang dalam pemantauan,“ ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, didampingi direktur RSU Negara dr IGB Oka Parwata, selasa (31/3).
Ditambahkan Kembang, pelaksanaan rapid diagnostic test tersebut akan dibiayai APBD. Kedepan pelaksanaan rapid test juga akan diperbanyak untuk menjaring kasus maupun orang beresiko. Dengan ini bisa diambil langkah dalam penanggulangan cepat Covid-19 di Jembrana.
“Ini baru tahap awal, kita siapkan 100 alat rapid test bantuan dari pemerintah pusat. Namun secepatnya alat rapid tes dalam jumlah besar akan dipenuhi. Sumbernya dari dana alokasi pergeseran pos-pos di APBD Jembrana untuk penanggulangan covid-19,” katanya.
Selain untuk pelaksanaan rapid test, kata dia, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembelian peralatan medis, cairan disinfektan, alat pelindung diri, serta biaya insentif petugas yang terlibat dalam penanganan covid-19.
Secara teknis, menurut dia, tes tahap awal akan dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Negara yang memang sudah disiapkan menjadi rumah sakit rujukan covid di Bali. Juga nantinya dilaksanakan di sejumlah puskesmas dibawah dinas kesehatan Jembrana.
Sementara direktur RSU Negara , dr IGB Oka Parwata mengatakan Rapid test merupakan langkah awal cepat untuk mengidentifikasi penularan corona.
"Jadi lebih cepat karena hasilnya cukup 15 menit. Tapi untuk memastikan hasil yang lebih akurat, tetap butuh hasil pemeriksaan laboratorium,“ ujar Parwata.
Pihak RSU Negara juga telah melaksanakan rapid test hari ini (1/4) pagi, bagi petugas medis yang selama ini terlibat dalam penanganan corona. Termasuk dilakukan kepada mereka yang masuk dalam kategori pemantauan untuk mengetahui lebih cepat sekaligus melaksanakan tindakan lanjutan.
Rapid Tes tahap pertama juga dikuti Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, sekda I Made Sudiada serta pejabat penanganan covid 19 Jembrana karena rentan terpapar selama melaksanakan tugas tugas penanganan covid-19.Hasil tes bupati wakil dan se seluruhnya negatif.
Selain itu Pemkab Jembrana juga akan membeli lagi alat rapid tes sebanyak 5.000 buah guna memperluas screening orang orang yang masuk dalam pemantauan. Dananya dari anggaran perubahan mendahului hasil penyisiran sejumlah kegiatan di seluruh OPD. Disiapkan total anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar Rp.18 M. Angka itu masih memungkinkan ditambah lagi disesuaikan dengan perkembangan covid-19 di Jembrana.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2636 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan