Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Besok Upacara Peneduh Gumi: Warga Diimbau Diam di Rumah, Pasar Tutup Sehari
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Adat Bungaya, Bebandem, Karangasem gelar upacara nunas ica peneduh gumi pada saat Tilem Sasih Kedasa yang jatuh pada Rabu (22/04/2020).
[pilihan-redaksi]
Dalam pelaksanannya, warga Desa Adat Bungaya dihimbau untuk menghaturkan berupa banten rayunan putih kuning di sanggah kemulan dan Saagan putih kuning dihaturkan di natar sanggah atau merajan.
Selain itu, warga juga diimbau untuk menghaturkan segehan 9 tangkih meulam bawang, jahe dan garam yang dilengkapi dengan sarana petabuhan.
"Ya ini akan dilaksanakan besok, kita sudah lakukan sosialisasi ke wilayah 17 Banjar yang ada di Desa Adat Bungaya," kata I Gede Krisna Adi Widana selaku Sabha Desa Adat Bungaya, Selasa (21/04/2020).
Selain imbauan untuk menghaturkan beberapa banten tersebut, warga juga diminta agar tetap diam di masing-masing rumah kecuali ada hal yang bersifat darurat.
Lebih lanjut, imbauan tersebut juga berlaku di seluruh wilayah Desa Adat termasuk untuk warga yang memiliki usaha baik itu di pasar, toko, minimarket maupun warung agar tidak beroperasi selama satu hari saat dilaksanakannya upacara tersebut.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1929 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1690 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1511 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun