Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tanggapan Golkar Bali Soal Penanganan Covid-19 di Serokadan, Bangli
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menanggapi soal penanganan Covid-19 di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli dimana hasil rapid test sebelumnya menyatakan sekitar 400 lebih warga reaktif.
[pilihan-redaksi]
Menurutnya, hal ini bersumber karena ketidakdisplinan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat melakukan isolasi mandiri. Kata dia, seharusnya pemerintah yang mengondisikan terciptanya disiplin para PMI yakni dengan mengkarantina di tempat yang layak seperti di hotel dan dijaga oleh polisi.
"Dispilin ini harus diciptakan oleh pemerintah karena masyarakat belum terbiasa, para PMI yang dibiarkan isolasi mandiri rentan bertemu kerabat, terlebih sistem sosial kita di Bali yang mengedepankan kekerabatan, seperti ada upacara ngaben, kawinan atau persembahyangan," jelasnya usai menyerahkan bantuan 100.000 masker dan hand sanitizer kepada kader di kabupaten/ kota untuk diserahkan kepada masyarakat pada Minggu (3/5/2020) di Wantilan kantor DPD Golkar Bali di Denpasar.
Sebelumnya Golkar Bali juga sempat menyerahkan pandangannya dalam penanganan Covid-19 ke Gubernur dan Sekda Bali dimana menurutnya sumber dari kasus di Bali didominasi oleh imported case sebesar 82 persen dari PMI yang datang dari daerah terjangkit sisanya oleh WNI yang berpergian ke luar negeri.
Sugawa Korry mengungkapkan para PMI ini merupakan saudara kita yang harus dihargai. Maka dari itu dalam melakukan penanganan dari kedatangan mereka baik itu di bandara, pelabuhan, perbatasan dan pintu masuk Bali lainnya harus dilakukan tes. Setelah itu, meski hasilnya negatif, mereka tetap harus dikarantina selama 14 hari.
"Kami sudah mengkalkulasi biaya kebutuhan sekitar 20.000 PMI asal Bali yang harus ditangani selama di karantina dan kami sudah sampaikan ke Gubernur," ujarnya.
Terkait hasil rapid test di Banjar Serokadan, lanjutnya, ia lebih mengutamakan hasil tes melalui PCR atau tes Swab karena lebih valid dalam memberikan hasil. Hal ini terjadi, tegasnya karena mereka (PMI-red) berinteraksi di masyarakat yang belum saatnya.
Fokus ke Satgas Desa
Untuk penanganan Covid-19, Golkar Bali setelah penyerahan bantuan teknis seperti masker, APD, hand sanitizer, bilik disinfektan dan air disinfektan terealisasi juga akan merencanakan fokus pada ujung tombak Covid-19 di desa-desa, yaitu Satgas Gotong Royong. Hal ini penting karena justru, kata Sugawa perlu mendapat penanganan karena penyerahan bantuan seperti masker sudah dinilai cukup di masyarakat.
Selain bantuan teknis, kata dia, nantinya para kader akan berkoordinasi dengan Satgas desa tentang kebutuhan bantuan teknis dan edukasi. Di sisi lain secara politik, Golkar juga memberi masukan kepada Gubernur atau Sekda.
"Untuk kedepan masker sekiranya sudah mulai teratasi bulan Mei akan membantu para ujung tombak kita Satgas Gotong Royong di desa-desa itulah yang menjadi perhatian," katanya.
Kendati bantuan yang disrahkan tidak begitu besar, pihaknya berharap menjadi stimulan bagi penanganan Covid-19 di Bali.

"Bagai cahaya lilin kecil di lorong terowongan yang gelap sehingga bisa menjadi suluh bagi masyarakat untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini," tutupnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan